Menanti Komitmen Polisi Bongkar Kasus Narkoba dalam Rutan

47
Polres Parepare, Penyelundupan Narkoba
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus peredaran narkoba di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar kembali terjadi. Terbaru, empat narapidana (napi) diamankan Polsek Rappocini usai diketahui jual beli sabu seharga 70 ribu rupiah.

Mereka adalah Nurjumain (21) yang dicegat petugas rutan dalam keadaan mengusai dua saset sabu yang dibeli dari warga Rutan lainnya bernama Alimuddin alias Sobek (29) dengan harga 70 ribu rupiah.

Bersama keduanya, petugas juga mengamankan dua napi lainnya lantaran dianggap terlibat, yakni Saldy (26) sebagai orang yang ikut menyumbang uang untuk pembelian sabu oleh Nurjumain. Serta seorang lainnya Ahmad alias Botak bin Tunru (31) yang diketahui sebagai pemilik sabu yang dijual oleh Alimuddin.

Kasus tersebut menambah deretan panjang kasus narkoba yang pelakunya adalah napi dari Rutan kelas I Makassar.

Sebut saja kasus orderan ganja dari napi rutan bernama Tri alias Cokelat. Saat kasus tersebut dirilis reserse narkoba Polrestabes Makassar 31 Agustus 2018 lalu, Tri yang sedang berada di dalam Rutan memesan 5 kilogram ganja melalui perantara seorang oknum jasa pengiriman JNE.

Selain itu, terdapat pula kasus pada Senin 15 Oktober 2018 lalu. Empat warga rutan kelas I Makassar diciduk reserse narkoba Polrestabes Makassar lantaran tertangkap basah sedang mengkomsumsi sabu di ruang tahanan Pengadilan Negeri Makassar.

Saat itu, napi bernama Dandi (19) dan tiga rekannya yang baru menjalani sidang kasus lain, dititip di ruang tahanan Pengadilan sembari menunggu dikembalikan ke Rutan kelas I Makassar. Saat dititip itulah mereka tertangkap basah mengkomsumsi barang haram tersebut.

Namun sejauh pantauan sulselsatu.com, deretan kasus itu belum benar-benar tuntas. Petugas kepolisian seolah kesulitan mengungkap muaranya, dari mana narkoba itu bisa masuk ke dalam rutan yang notabennya memiliki penjagaan super ketat.

“Masih didalami,” ujar Kepala Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat dikonfirmasi perihal kasus jual beli narkoba di dalam rutan, Selasa (13/11/2018).

Penjelasan Diari terhenti di situ. Pertanyaan yang lebih merinci disebutnya dapat mengganggu penyelidikan dan penyidikan kasus ini.

Sementara itu, Kepala Tahanan Rutan kelas I Makassar, Ilham yang dikonfirmasi terpisah mengaku menyerahkan pengungkapan kasus ini sepenuhnya kepada polisi.

“Kita belum tahu seperti apa, kita menunggu dari polisi apa hasilnya,” ungkapnya.

Sementara Kakanwil Kemenkunham Sulsel, Imam Suyudi yang juga dikonfirmasi terkait peristiwa ini justru menganggap temuan ini positif. Ia menjelaskan, temuan kasus ini berawal ada peran dari petugas rutan yang Kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Namun di luar itu, Imam mengaku pihaknya masih akan berupaya lagi menggagalkan agar lebih banyak lagi kasus narkoba dalam rutan yang terungkap.

“Iya pasti karena kami komitmen untuk pembersihan lapas dan rutan dari peredaran narkoba sehingga harus diungkap dan ditelusuri serta dikembangkan siapa saja yang terlibat,” pungkasnya.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga