Hukum Melangkahi Makam Menurut Ustaz Abdul Somad

30
  • 8
    Shares
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno harus meminta maaf atas kekhilafannya melangkahi makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH Bisri Syansuri saat berziarah di Denayar, Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu mendapatkan protes dari berbagai pihak utamanya dari kalangan politisi kubu lawan karena dianggap menunjukkan sikap yang buruk.

Lantas bagaimana hukum duduk dan melangkahi makam?

Ustaz Abdul Somad pernah beberapa kali ditanya jemaahnya tentang hukum serta tata cara ziarah makam. Bahkan, dalam buku ’37 Masalah Populer’ yang dia tulis, juga memaparkan beberapa dalil tentang hukum tata cara ziarah kubur.

Dalam buku ’37 Masalah Populer’ yang dikutip VIVA, masalah ke-9 Ustaz Abdul Somad menjelaskan larangan duduk bahkan menginjak kubur dengan mengutip satu hadits Rasulullah Saw.

Dari Abu Hurairah, Ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Salah seorang kamu duduk di atas batu api hingga pakaiannya terbakar sampai ke kulitnya, itu lebih baik baginya daripada duduk atas kubur.” (HR Muslim).

“Adapun ziarah di samping (sisi) kubur tak jadi masalah,” kata Ustaz Abdul Somad dalam video ceramahnya di laman Youtube.

Praktiknya di Indonesia, banyak tempat pemakaman umum (TPU) karena saking padatnya sampai jalan menuju pemakaman digali menjadi makam. Akibatnya, ketika ada orang yang ingin memakamkan jenazah atau ziarah, menginjak-injak makam.

“Ziarah sunah menginjak makam haram. Makanya saya kalau diajak ziarah sampai nginjak makam saya tegak aja di samping. Ziarah sunah, nginjak makam haram, gara-gara yang sunah jadi haram-haram. Habis pahala,” katanya.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga