Lahan Mulai Berkurang, Produksi Beberapa Komoditas Pertanian di Makassar Anjlok

10
Daging Celeng, Kota Makassar, Dinas Pertanian dan Peternakan
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Abd Rahman Bando. (Sulselsatu/Mawar)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kota Makassar telah berubah wajah menjadi kota metropolitan. Ruang-ruang kosong telah terisi dengan gedung-gedung mewah.

Alhasil, lahan pertanian di Kota Makassar perlahan mulai berkurang. Dari data Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar, luas lahan di Makassar tersisa 2.636 hektare, sementara lahan pekarangan sisa 7.200-an hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan, selain padi dan cabai, jumlah produksi beberapa komoditas mulai mengalami penurunan setiap tahunnya.

Jagung misalnya, pada 2014, petani di Makassar masih bisa memproduksi 268 ton per tahun. Namun pada 2017, produksinya turun dua kali lipat menjadi 100 ton per tahun.

“Produksi jagung ini memang terbatas karena jagung yang sudah ditanam ketika sudah berbuah langsung dipetik tidak menunggu sampai tua sehingga tidak dapat terukur berapa porsinya, beda jika jagung dijadikan bahan pakan ternak itu bisa diukur berapa,” kata Rahman.

Demikian pula dengan kacang tanah dan kedelai, sejak 2014, petani di Makassar sudah tidak lagi menanam kacang tanah. Sementara kacang hijau masih diproduksi petani meski hasil produksi di pada 2017 mengalami penurunan.

Tahun 2016, petani masih bisa memproduksi 27, 5 ton per tahun, nmun pada 2017 angka tersebut berkurang dua kali lipat menjadi 10,09 ton per tahun.

“Kalau kacang tanah tidak ada lagi diproduksi dan kacang hijau kita banyak tanam di Barombong, tahun 2015 ada di Sudiang walaupun pada saat itu produksinya banyak tapi tidak bisa dimassifkan,” ucap dia.

Penulis: Mawar A. Pasakai
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga