Peradi Bahas Pro Kontra Pasal 21 UU Tipikor

125

SULSELSATU.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Jakarta Selatan menggelar seminar dan diskusi dengan tema “Pro & Kontra Pasal 21 Undang-Undang Tipikor” di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Seminar ini menghadirkan Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Prof. Said Karim, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, dan advokat senior Firman Wijaya sebagai narasumber.

Ketua panitia, Irfan Agahsar mengatakan, kegiatan ini terselenggara karena adanya kegelisahan para advokat terhadap penegakan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga penegakan hukum lainnya terutama terhadap penerapan pasal 21 .

“Kami tertarik mengangkat tema ini karena kami melihat ada yang keliru dalam penerapan pasal 21 undang-undang tipikor ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Peradi Jakarta Selatan ini mengatakan, jika pasal 21 undang-undang tipikor ini perlu dikaji ulang.

“Pasal ini multitafsir, maka dari itu perlu kita duduk bersama dalam forum diskusi ini untuk membahasnya lebih dalam, karena ini terkait kepastian hukum. Kita tidak ingin ada lembaga negara yang melakukan penegakan hukum dengan cara melanggar hukum,” katanya.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga