Langkahi Makam Pendiri NU, Sandiaga Minta Maaf

21
  • 5
    Shares
Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno di Pasar Segar, Kota Makassar. (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno akhirnya meminta maaf atas kekhilafannya melangkahi makam tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri.

“Pertama-tama, tentunya permohonan maaf. Manusia itu pasti ada khilaf. Saya hampir tiap hari berkunjung di kubur, ziarah,” kata Sandiaga, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (13/11/2018).

Sandiaga mengaku kerap dipandu setiap kali berziarah. Kejadian di makam Kiai Bisri telah memberinya pelajaran untuk lebih menghormati persemayaman tokoh Islam.

“Dan dalam ziarah tersebut, tadi juga ada ziarah kubur, di sini juga ada pemandunya. Dan tanpa mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani mengambil risiko ini bahwa kesalahan ada di saya,” ujar dia.

“Oleh karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Dan tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf,” imbuh Sandiaga.

Peristiwa Sandiaga melangkahi makam menjadi pergunjingan publik. Video berdurasi 15 detik yang tersebar di media sosial memperlihatkan Sandi mengenakan sarung dan berkopiah hitam tengah menabur bunga bersama capres Prabowo Subianto.

Alih-alih berjalan melalui tepian kubur, Sandi dalam video tersebut terlihat melangkahi makam untuk kemudian nyekar ke makam yang berada di sebelahnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan warga NU tidak berani untuk melangkahi makam karena menurut Said, tidak sesuai etika.

“Kalau warga NU tidak berani sama sekali bahasanya takut kualat, ” ujar Said Aqil di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11).

Said sendiri mengaku tidak berani melangkahi makam.

“Tidak berani, bukan karena politik (di luar konteks politik), ya saya saja tidak berani,” ujarnya.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga