KOMUNITAS: KPI Makassar Tempat Berkumpulnya Pencinta Hewan Reptil

Komunitas Penggemar Iguana (KPI) Makassar. (Foto/Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Berkembangnya hobi memelihara reptil, menjadikan iguana sebagai alternatif pecinta reptil herbivora. Hal ini memengaruhi banyaknya bermunculan komunitas Iguana di Indonesia, tak terkecuali di Makassar.

Seperti Komunitas Penggemar Iguana (KPI) Makassar yang telah nemiliki anggota sebanyak 500 orang, membuat komunitas ini menjadi komunitas terbesar di Indonesia Timur (Indtim).

Pada awalnya KPI Makassar hanyalah merupakan wadah untuk para pencinta iguana. Ketua KPI Makassar, Panda, mengatakan pada awalnya ia hanya memelihara iguana sebagai hobi di rumah, dan ada beberapa temannya yang juga tertarik untuk memelihara iguana setelah melihat hewan pendiam ini di rumahnya.

“Terbentuknya KPU ini berdasar pada kecintaan terhadap iguana dan juga sebagai sarana untuk berbagi informasi tentang reptil berdarah dingin ini, selain itu KPI juga bertujuan untuk mengedukasikan masyarakat tentang apa itu iguana dan bagaimana cara perawatannya guna menjadi hewan kesayangan layaknya hewan-hewan peliharaan pada umumnya,” tutur Fanda, Ahad (18/11/2018).

KPI Makassar sebenarnya adalah cabang dari Komunitas Pencinta Reptil yang merupakan komunitas pusat untuk para pencinta hewan melata yang sudah berdiri sejak 5 Januari 2014, setelah diusungnya Komunitas Pecinta Reptil di Makassar.

Anggota KPI berasal dari berbagai profesi dan usia mulai dari pelajar, mahasiswa, dan pegawai.

Divisi Humas KPI Makassar, Ardian Rachmat, mengatakan mereka rutin melakukan gathering, selain untuk mempererat tali silaturahmi, mereka juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan reptil yang terlihat agak menyeramkan ini.

“Gathering atau kumpul para anggota KPI biasanya kita laksanakan pada Ahad pagi di area car free day Pantai Losari, sasaran utama adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang apa itu iguana, dan bagaimana cara perawatan iguana secara tepat,“ ujarnya.

Ardian juga mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan antara iguana dengan bunglon, dengan adanya gathering ini mereka berharap KPI Makassar dapat memberikan pengetahuan tentang iguana, dan masyarakat juga dapat bertanya langsung serta berinteraksi langsung dengan hewan herbivora ini.

“Bahkan kemarin ada yang nanya pas kita lagi gathering di sekitaran Anjungan Pantai Losari, kok gak berubah warna ya bunglonnya, dan kami pun langsung menjelaskan kepada masyarakat bahwa hewan yang kami pelihara ini adalah iguana yang berbeda dengan bunglon,” kata Ardian.

Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein