Kondisi Neraca Dagang Sulsel Sepanjang Tahun 2018

23
Kepala Bidang Statistik BPS Sulsel, Akmal. (Sulselsatu/Moh. Niaz Syarief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Januari hingga Oktober 2018, neraca perdagangan Sulsel masih berstatus devisit sebesar 25,29 juta dolar Amerika Serikat (AS). Selama 10 bulan terakhir, tercatat Sulsel hanya surplus empat kali.

Kepala Bidang Statistik BPS Sulsel, Akmal mengatakan, surplus hanya terjadi pada Februari sebesar 10,32 juta dolar, kedua pada bulan Juni sebesar 24,31 juta dolar.

Sementara surplus ketiga terjadi pada Juli sebesar 12,41 juta dolar. Terakhir, adalah pada Oktober 2018 sebesar 13,20 juta dolar.

“Sementara untuk devisitnya, Sulsel mengalaminya selama enam bulan pada tahun 2018. Jika ditotalkan selama 10 bulan ini, Sulsel mengalami devisit 25,29 juta dolar,” ujar Akmal.

Akmal mengatakan, Sulsel masih kalah karena impor bahan bakar mineral masih paling besar yang merupakan kebutuhan terbesar masyarakat.

Pada Oktober 2018, impor Sulsel terbesar oleh komoditas bahan bakar mineral sebesar 41,23 juta dolar.

Akmal merinci, negara dengan impor terbesar ke Sulsel selama 10 bulan terakhir adalah Singapura sebesar 392,97 juta dolar atau sebesar 40,05 persen dari total.

“Negara terbesar kedua yang sering impor ke Sulsel adalah Tiongkok sebesar 118,26 juta dolar atau sebesar 12,05 persen. Diikuti oleh Thailand sebesar 110,17 juta dolar atau sebesar 11,23 persen,” pungkasnya.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya

 

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga