Kehilangan Telapak Tangan Saat Dibegal, Imran Tetap Bersyukur

Korban begal saat mendapat perawatan di RS Awal Bros. (Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Jadi korban begal hingga telapak tangan kirinya putus, Imran (19), masih terbaring lemah di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Awal Bros di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.

Bagi rekan dan kerabat, kondisi Imran sangat memprihatinkan. Namun Imran sendiri mengaku masih sangat bersyukur atas keselamatan nyawanya.

“Alhamdullilah saya bersyukur bukan kepala atau leher yang ditebas pakai parang,” ujar Imran kepada Sulselsatu di ruang ICU Rumah Sakit Awal Bross, Senin (26/11/2018) petang.

Imran menceritakan bagaimana awal mula para begal datang membawa petaka untuknya. Dia mengatakn, pada Minggu malam tadi, ia hendak menginap di rumah rekannya yang bernama Haerul di Jalan Datuk Ribandang II, Kelurahan Lalatang, Kecamatan Tallo.

Saat tiba di rumah Haerul, Imran pun menelpon rekannya itu untuk membukakan pagar rumah. Sambil menunggu dibukakan pintu, Imran pun duduk di atas motor.

“Tak lama kemudian dua orang menggunakan motor matic menghampiri, karena takut, saya langsung lari meninggalkan motor sambil memegang handphone. Mereka memang panggil-panggil saya dari belakang, tapi tidak kupedulikan karena mereka bawa parang,” ungkapnya.

Sambil berlari, begal terus mengejar Imran sembari menebaskan parang ke lehernya. Hendak ditebas, Imran refleks menangkis parang dengan menggunakan tangan kirinya hingga langsung terputus akibat tebasan itu.

Para pelaku begal sendiri berhasil kabur dengan membawa ponsel Imran. Sementara Imran sendiri masih sempat memungut tangannya yang terputus kemudian bergegas ke rumah Haerul yang sudah membuka pagar.

“Tanganku putus ditebas begal, bawa aku cepat ke rumah sakit,” kata Imran kepada Haerul sambil memperlihatkan tangannya yang terputus.

Tanpa basa basi Haerul pun bergegas meraih sepeda motor dan tancap gas membawa Imran ke Rumah Sakit. Namun saat tiba di Rumah Sakit, Imran justru kehilangan tangannya yang terputus.

Rupanya tangan itu terjatuh di perjalanan tanpa disadari Imran. “Tanganku yang terpotong jatuh, pergi cepat cari,” ujar Imran kepada Haerul di Rumah Sakit.

Hingga kini, kasus yang menimpa Imran menjadi perhatian serius oleh masyarakat. Sementara petugas kepolisian tengah berupaya mengungkap kasus tersebut.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Hendra Wijaya