Menristek Ingin Kurangi SKS di Perguruan Tinggi

Menristedikti Muhammad Nasir
Menristedikti Muhammad Nasir

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir mulai mengkaji rencana pengurangan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) di perguruan tinggi. Menurut dia, jumlah SKS pada perkuliahan selama ini dinilai terlalu banyak dan membebani mahasiswa.

Nasir mengungkapkan, pengurangan beban SKS di perguruan tinggi masih melakukan kajian dengan ikut melibatkan seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Saya ingin melontarkan ini (pengurangan beban SKS) berkali-kali agar semuanya memahami kenyataan yang sesungguhnya. Karena kalau kita tidak kompetitif nyatanya daya saing kita sangat rendah,” ujar Nasir, seperti dikutip dari Viva, Jumat (30/11/2018).

Pertimbangan lain, pengurangan SKS di level perguruan tinggi juga untuk meringankan beban mahasiswa. Jika jumlah SKS terlalu banyak, mahasiswa akan dibebani jumlah mata kuliah terlalu banyak serta tidak fokus. 

Beban SKS terlalu banyak, menurut Nasir, juga berdampak dari sisi pembiayaan. Selain itu, akan berimplikasi pada kebutuhan jumlah dosen yang terlalu banyak. Karena itu, wacana tersebut masih terus dikampanyekan Nasir setiap kali mendatangi perguruan tinggi.

“Jadi semua itu pasti akan memengaruhi (belajar di kampus) makanya bagaimana itu bisa diminimalisir,” ujar mantan rektor Undip Semarang itu.

Editor: Awang Darmawan