Mahasiswa Papua Bentrok dengan Ormas di Surabaya, 3 Luka Parah

67

SULSELSATU.com, SURABAYA – Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua Surabaya bentrok dengan ormas setempat saat menggelar aksi demonstrasi, Sabtu (1/12/2018). Bentrokan tersebut terjadi saat ratusan mahasiswa Papua di Surabaya berunjuk rasa memperingati 57 tahun Papua Barat di Jalan Pemuda Surabaya.

Pengacara yang mendampingi aksi mahasiswa, Veronica Koman, mengatakan setidaknya 16 orang mahasiswa mengalami cedera akibat bentrokan dengan oknum ormas. Veronica mengatakan dari ke 16 orang itu, tiga orang mengalami luka parah, yakni pendarahan daerah kepala akibat lemparan batu dan botol.

“Mendapat lemparan batu dan botol, ada juga yang mendapatkan pukulan tongkat” kata Veronica, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Veronica mengatakan kejadian itu bermula saat 300-an mahasiswa Papua melakukan unjuk rasa memperingati ulang tahun Papua Barat ke-57 tahun, dengan titik awal di Monumen Kapal Selam, Surabaya.

Di tengah jalan menuju lokasi rencana unjuk rasa dilakukan di Gedung Negara Grahadi, mahasiswa papua, kata dia, dicegah oleh sekelompok massa tandingan yang berasal dari ormas gabungan kepemudaan, di depan Gedung RRI.

“Mahasiswa tetap dalam satu barisan, sementara ormas mengepung dari kanan, kiri, depan, sampai belakang kami,” kata Veronica.

Saat itulah, massa tandingan mulai melakukan tindakan pelemparan batu, pelemparan botol air mineral, hingga serangan verbal. Bentrokan pun sempat terjadi.

Beruntung, kata dia, petugas kepolisian sigap menjaga kondisi keamanan hingga bentrokan yang lebih besar tak sampai terjadi. Ia pun mengapresiasi hal itu.

“Saya mengapresiasi petugas kepolisian yang telah menjaga jalannya unjuk rasa dengan relatif baik, hingga pihak mahasiswa juga bisa penyampaian aspirasinya hingga pernyataan sikap selesai dibacakan,” kata dia.

Tak lama setelahnya, polisi lalu meminta mahasiswa dan massa tandingan untuk membubarkan diri. Jalan Pemuda yang tadinya ditutup akhirnya pada pukul 09.00 WIB barangsur dibuka.

Veronica mengatakan ratusan mahasiswa Papua membubarkan diri dan kembali ke asrama mereka yang berada di bilangan Kalasan, Tambaksari, Surabaya.

“Saat ini, teman-teman sudah kembali ke asrama, tiga orang yang luka juga telah mendapatkan perawatan medis dengan baik, oleh teman-temannya,” kata dia.

Sementara itu, Jubir mahasiswa Papua, Dorlince Iyowau mengatakan dalam aksi ini, mahasiswa Papua dari se-Jawa dan Bali ini menuntut hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Hal itu biasa diperingati para mahasiswa Papua selama bertahun, dan tahun ini Surabaya dipilih menjadi titik pusat aksi tersebut.

“Aksi tadi memperingati 57 tahun yang setiap tahunnya kami memperingati, namun kali ini kami pusatkan di Surabaya, karena kota ini tingkat represivitas kepada kawan-kawan masif,” kata dia

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

7 Kuliner Khas yang Wajib Anda Cicipi di Singapura

SULSELSATU.com - Makanan khas Asia memiliki cita rasa yang...

Andi Sose Tutup Usia, Appi: Sulsel Kehilangan Putra Terbaik

SULSELSATU.com, MAKASSAR - CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin turut...

Mantan Pejuang Angkatan 45 Sulsel, Andi Sose Tutup Usia

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sulawesi Selatan berduka. Salah satu tokoh...

Baca Juga