BI Gandeng TIPD Sulsel untuk Kendalikan Inflasi Jelang Natal dan Tahun Baru

7
Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulsel, Dwityapoetra S Besar bersama TPID Sulsel konfrensi pers di Nipah Mal. (Sulselsatu/Moh Niaz Shaarief)

SULSELZATU.com, MAKASSAR – Jelang Natal dan tahun baru, Bank Indonesia (BI) Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel melakukan kerjasama dengan berbagai daerah dalam menyuplai komoditas penyumbang inflasi terbesar.

Komoditas yang memiliki andil terbesar dalam inflasi secara tahunan adalah beras, ikan bandeng, ikan layang dan ikan cakalang, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat buah dan tomat sayur, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sulsel, Dwityapoetra S Besar mengatakan, inflasi untuk tahun 2018 ini, target batas bawah inflasi sebesar 2,5 persen sementara untuk batas atas mencapai 4,5 persen.

“BI bersama dengan TPID Sulsel akan mengoptimalkan suplai komoditas yang akan menjadi penyumbang inflasi terbesar jelang akhir tahun ini,” ujar Poetra, Jumat (7/12/2018).

Poetra menjelaskan, skema kerjasama yang dilakukan yaitu antar pemkab atau pemkot, antara pedagang utama di pasar utama, dengan petani atau pedagang dari daerah pemasok, serta melibatkan Perusda.

Langkah ini kata Poetra, untuk memenuhi kebutuhan komoditas yang cenderung surplus di beberapa daerah, di antaranya yaitu beras dari Sidrap, Pinrang, Bone, Ikan Bandeng dari Pangkep, Takalar, Luwu Timur, Bone, Ikan Layang dan Ikan Cakalang dari Bulukumba, Bone, Selayar, dan Daging Ayam Ras dari Maros, Gowa, Sidrap, Pangkep.

“Telur Ayam Ras juga dari Sidrap, Maros, Enrekang, Pinrang, Gowa, Tomat Buah dan Tomat Sayur dari Gowa, Enrekang, Maros, Jeneponto, Cabe Rawit dari Takalar, Gowa, Enrekang, Maros, Jeneponto, Cabai Merah dari Enrekang, Pinrang, Maros, Gowa, Bone, Takalar, dan Bawang Merah berasal dari Enrekang, Bantaeng, Jeneponto,” katanya.

Di samping itu, strategi pengendalian inflasi lain yang dilakukan adalah mendorong percepatan dan efektivitas pasar induk besar Parepare.

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Hendra Wijaya

 

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga