Habib Bahar Bawa Buku-buku Majas untuk Bantah Isi Ceramahnya Ujaran Kebencian

8
Habib Bahar bin Smith. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Habib Bahar bin Smith telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penghinaan kepada Presiden Jokowi dalam ceramahnya.

Kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengatakan Habib Bahar memberikan keterangan kepada penyidik bahwa setiap ceramahnya mayoritas berisi majas dan mengandung unsur keagamaan.

“Tadi sudah dibantah sama Habib (hate speech). Keterangan-keterangan terkait hate speech itu mayoritas berisi majas. Habib mengisi ceramah itu mengandung unsur keagamaan, unsur agama Islam, dan harus dilihat dari agama Islam kan,” kata Aziz di Jakarta, Kamis (6/12/2018) malam.

Dalam pemeriksaan tersebut, Bahar juga menyertakan bukti-bukti berupa buku mengenai majas-majas. Memang, ia mengakui konotasi majas yang dipakai negatif tapi secara umum perumpamaan tersebut berlaku normal dan tak menyerang kelompok tertentu.

“Jadi memang seperti majas. Seperti orang misal tidak berani menghadapi sesuatu maka itu kan kadang normal ya di kehidupan kita dibilang banci. Itu maksudnya,” katanya

Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa lebih dari 10 jam di Bareskrim. Aziz menyebut penetapan status tersangka ini terkait dengan Pasal 4 b butir kedua UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Diskriminasi Ras dan Etnis.

Tapi, pengacara belum menjelaskan gamblang isi ceramah yang dikenakan dengan pasal yang disangkakan. Polisi menurut Aziz belum melakukan penahanan terhadap kliennya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai penetapan status tersangka Habib Bahar bin Smith.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga