images-ads-post

Korban Tewas di Papua Tak Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Iklan Tengah

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang tewas usai dibantai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ternyata tak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, seluruh pekerja proyek yang bertugas di pembangunan jembatan di Papua tak satu pun mendapatkan jaminan sosial.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Poempida Hidayatullah mengatakan, proyek yang dikerjakan di Kabupaten Nduga itu memang tak terdaftar dalam program jaminan jasa konstruksi.

Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan tak memiliki kewajiban untuk memberikan santunan kepada puluhan pekerja proyek yang menjadi korban penembakan di Papua pada akhir pekan lalu.

“Segala sesuatu yang menjadi hak karyawan sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang ada, menjadi kewajiban perusahaan 100 persen,” kata Poempida seperti dikutip dari CNNIndonesia, Sabtu (8/12/2018).

Poempida menekankan ahli waris dari pekerja proyek yang menjadi korban berhak menuntut santunan kepada Istaka.

Hal itu diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 166 yang menyebut hubungan kerja berakhir karena pekerja/buruh meninggal dunia. Untuk ahli warisnya, diberikan sejumlah uang yang besar perhitungannya sama dengan perhitungan dua kali uang pesangon, satu kali uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.

Poempida mengaku Istaka Karya sempat menanyakan kepada BPJS Ketenagakerjaan apakah proyek pembangunan jembatan itu masih bisa didaftarkan di program jaminan jasa konstruksi.

Secara terpisah, Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menjelaskan Istaka Karya sebenarnya merupakan salah satu perusahaan yang juga menjadi peserta di BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, perusahaan itu belum mendaftarkan pekerja untuk proyek Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Nduga ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, jika tak terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, maka jadi tanggung jawab perusahaan,” papar Utoh.

Sebaliknya, jika terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka pekerja yang meninggal karena kecelakaan kerja itu berhak mendapatkan santunan 48 kali dari upah. Sementara, jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja akan mendapatkan santunan sebesar Rp24 juta dan beasiswa untuk satu anak.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Sekretaris Perusahaan Istaka Karya Yudi Kristanto mengatakan pihaknya akan memastikan lebih lanjut mengenai informasi tersebut. Hanya saja, ia memastikan bahwa pegawai Istaka Karya sebenarnya sudah masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Tapi kalau proyek ini maka kami pastikan dari proyeknya dulu,” tutur Yudi.

Terkait informasi yang mengatakan Istaka Karya akan memberikan uang sebesar Rp24 juta untuk keluarga korban penembakan sebagai uang duka, santunan, dan pengganti biaya pemakaman, Yudi menegaskan hal itu tidak benar.

“Tidak benar, salah terima (informasi) teman-teman,” jelas Yudi, tanpa merinci lebih lanjut.

Seperti dilansir Antara, uang Rp24 juta bakal diberikan Istaka Karya kepada keluarga para korban yang tewas dalam proyek tersebut. Uang itu terdiri dari uang duka sebesar Rp16,2 juta, uang santunan Rp4,8 juta, dan pengganti biaya pemakaman Rp3 juta.

Editor: Awang Darmawan

Iklan Humas SulSel

Berita Terkait

Jenguk KH Sanusi Baco, Plt Gubernur Sulsel : Kami Berharap Bisa Pulih dan Beraktivitas Kembali

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjenguk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, AGH KH Sanusi Baco di kediamannya...

VIDEO: Wanita Ini Dilamar Dosen Pembimbing, Dibantu Sampai Sidang Skripsi

SULSELSATU.com - Kisah seorang wanita cantik dilamar dosen pembimbing skripsi. Dalam video wanita yang bernama Ocha ini menghitung mundur dari H-7 hari H lamarannya. Terlihat...

Dor! Pasukan TNI-Polri Berhasil Tembak Mati Komandan KKB di Puncak Papua

SULSELSATU.com, Papua - Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen berhasil ditembak mati oleh pasukan TNI-Polri yang melakukan pemburuan...

Populer

Pengacara Muda Asal Makassar Pinang Fashion Blogger Indah Nada Puspita

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Hijabers cantik, Indah Nada Puspita yang populer dikenal sebagai fashion blogger hijab di Indonesia resmi dilamar oleh seorang pengacara muda asal...

7 Jurus Menghadapi Orang yang Benci Sama Kita

SULSELSATU.com, Setiap orang yang membenci kita memiliki alasannya masing-masing. Bisa jadi karena kita terlalu berlebihan, kita memiliki sikap dan sifat yang tidak disukai oleh...

Sebelum Bertemu dengan Calon Mertua, Lakukan Hal Ini

SULSELSATU.com, Keberanian memang menjadi hal yang utama dalam memutuskan "aku akan menikahinya". Dihadapan orang tua si perempuan. Namun tak jarang, sebelum "nembung" atau istilahnya...

3 Cara Ampuh Keluarkan Lendir Saat Bayi Batuk Pilek

SULSELSATU.com - Kondisi Si Kecil yang baru lahir memang membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit. Terlebih jika cuaca di luar sedang tak menentu. Akibatnya, bukan hanya...

Tips Memasak Steak Daging Agar Empuk dan Tidak Keras

SULSELSATU.com - Munculnya kreasi kuliner baru karena selera pasar atau konsumen yang menyukai variasi cita rasa baru di dalam makanan, termasuk Steak. Peluang ini...

Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina, Tapi Syaratnya..

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Menanggapi kisruh yang semakin memanas antara Israel dan Palestina, wakil presiden Jusuf Kalla menegaskan, Indonesia akan tetap mendukung kemerdekaan rakyat di...

Jangan Konsumsi 4 Jenis Makanan Ini Saat Batuk

SULSELSATU.com - Batuk memang sangat mengganggu bagi diri sendiri, serta dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitar, karena khawatir terhadap virus yang akan tersebar. Penyakit...

6 Kerajaan Tertua di Indonesia

SULSELSATU.com - Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai banyak kerajaan pada jaman dahulu. Kerajaan-kerajaan tersebut pernah jaya pada masanya dan kini kita hanya bisa...
Iklan SulselSatu
Iklan SulselSatu
Iklan SulselSatu
Ads Sidebar
Iklan Nasdem
images-ads-post
Humas Pemkot Makassar
Humas Pemkot Makassar
Ads Sidebar