Pasca Pembantaian, Proyek Jembatan di Papua Dilanjutkan Pekan Depan

26

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap pekerja PT. Istaka Karya tidak membuat proyek pengerjaan jembatan di Papua berhenti. 

“Arahannya adalah Presiden menginginkan proyek ini terus berjalan. Jadi mulai minggu depan akan dilanjutkan,” ujar Deputi RPU Kementrian BUMN, Aloysius Kiik Ro saat ditemui Wartawan di Pangkalan Udara TNI AU, Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (7/12/2018) petang. 

Sejak dimulai hingga ditargetkan rampung pada Desember 2019, terdapat 35 proyek pengerjaan jembatan di Papua. 21 jembatan di antaranya ditangani oleh Brantas Abib Raya, sedang 14 jembatan lainnya dikerjakan oleh PT. Istaka Karya. 

TNI Polri Lakukan Pendampingan 

Sejak pembantaian terhadap pekerja terjadi pada 24-25 November 2018 lalu, isu keamanan yang rawan menguat di ruang publik, khususnya bagi para pekerja yang bakal melanjutkan proyek jembatan itu. 

Dengan alasan isu keamanan yang demikian, proyek pengerjaan jembatan di Papua kini bakal mendapat pendampingan langsung oleh pasukan keamanan gabungan TNI Polri. 

Aloysius menjelaskan, pendampingan itu bakal dilakukan dalam dua cara nantinya. Satu di antaranya adalah pasukan ikut bekerja sebagai tukang. 

“Ikut kerja sebagai tukang dari TNI, di samping itu, ada juga pos pos pengamanan yang ditambah di titik-titik para tukang bekerja,” pungkasnya. 

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga