Banyak Dugaan Korupsi, Aktivis Minta Bupati Jeneponto Evaluasi Seluruh Kepala SKPD

61
Pengunjuk rasa di Jeneponto pada peringatan Hari Anti Korupsi Nasional. (Sulselsatu/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Dalam rangka pemperingati Hari Anti Korupsi Nasional tahun 2018, sejumlah aktivis di Jeneponto turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (11/12/2018).

Yang menjadi titik aksi pengunjuk rasa di depan Kantor Bupati Jeneponto, Kejari, dan DPRD Jeneponto.

“Mendesak kepada Bupati Jeneponto (Iksan Iskandar) dan wakil Bupati Jeneponto terpilih (Paris Yaris) agar memperbaiki pemerintahan daerah yang diduga terlilit segudang kasus korupsi,” kata orator aksi, Alim Bahri.

“Tidak hanya itu, kami minta bupati dan wakil bupati Jeneponto yang akan dilantik agar segera mengevaluasi kinerja pimpinan SKPD pada pelaksanaan program 100 hari kerjanya nanti,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Alim juga meminta kejaksaan Negeri Jeneponto untuk berani mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi di Jeneponto untuk perbaikan sistem pemerintahan yang lebih baik dan jauh dari kata KKN.

“Kami juga meminta Kejari Jeneponto segera membongkar berbagai dugaan korupsi pada kegiatan, seperti peningkatan jalan paket III yang dikerjakan oleh PT. Ikram Tiga Berilia dan paket IV yang dikerjakan oleh PT. Putra Jay dengan nilai anggaran pada kedua kegiatan tersebut sekitar Rp29,5 miliar,” ucapnya.

Ia juga meminta kejaksaan segera melakukan penanganan khusus terhadap dugaan adanya kemungkinan tindak pidana korupsi pada pembangunan Jembatan Alluka di Kecamatan Tamalatea tahun 2018, pembangunan irigasi pokobulo kiri dan pokobulo kanan dengan anggaran sebesar kurang lebih Rp4,5 miliar tahun anggaran 2017,” pungkasnya.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga