Nyeri Lutut? Waspada Osteoartritis

53
Nyeri sendi. (Foto ilustrasi/Int)

SULSELSATU.com, KESEHATAN – Apakah Anda sering merasakan lutut nyeri?. Waspadalah. Bisa jadi itu Osteoartritis.

Kenali Osteoartritis dan Cara Menanganinya

Osteoartritis (OA) adalah gangguan sendi yang paling sering dijumpai, dan biasa menyerang sendi pinggul, lutut, tangan, dan kaki. Sebanyak 4% populasi dunia menderita osteoartritis, dengan 83% kasus osteoartritis merupakan osteoartritis lutut, sehingga OA lutut merupakan jenis OA terbanyak. Prevalensi OA meningkat pada usia 40 – 60 tahun.

Faktor Risiko

Faktor risiko yang berperan pada osteoartritis dapat dibedakan atas dua golongan besar, yaitu faktor yang pertama yaitu predisposisi umum yang meliputi umur, jenis kelamin, etnis/ras, genetik, kegemukan, densitas tulang, hormonal, dan penyakit reumatik kronik lainnya. Faktor yang kedua yaitu faktor mekanik antara lain meliputi trauma, bentuk sendi, penggunaan sendi yang berlebihan oleh karena pekerjaan/aktivitas, dan kurang gerak.

Lutut sebagai sendi penyangga berat badan, menyebabkan tulang rawan pada daerah tersebut mudah mengalami kerusakan akibat berbagai kelainan, antara lain karena trauma, beban sendi yang abnormal, kerusakan berlebihan akibat proses usia yang menyebabkan perubahan komposisi, struktur dan kemampuan. Kerusakan dari komponen sendi yang menyebabkan instabilitas sendi, seperti karena kelemahan ligamen, atau meniscus sendi sangat berperan pada proses terjadinya OA.

Gejala Klinis

Keluhan biasanya terjadi setelah umur lebih dari 50 tahun. Keluhan yang biasanya tampak adalah nyeri sendi, kaku sendi di bawah 30 menit, bentuk sendi berubah, dan gangguan fungsi. Sedangkan tanda-tanda fisik didapatkan pembengkakan sendi, krepitus, keterbatasan gerak, nyeri tekan pada sendi, tonjolan tulang, pembengkakan jaringan lunak, deformitas, kelemahan otot/atrofi, kulit permukaan sendi hangat/efusi sendi, dan instabilitas.

Penatalaksanaan

Tujuan penanganan OA adalah untuk meredakan nyeri, mengoptimalkan fungsi sendi, menghambat progresivitas penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, mengurangi ketergantungan kepada orang lain dan meningkatkan kualitas hidup.

Tatalaksana non-farmakologi:

1. Latihan fisik dapat berupa latihan aerobic dan bisa dilakukan di air (water based exercise) dan di darat (land based exercise). Latihan di darat dapat berupa bersepeda dan berjalan. Sedangkan untuk di air bisa berupa berenang dan berjalan di dalam air. Latihan di air biasa digunakan pada pasien OA yang sulit melakukan latihan di darat.

2. Penurunan berat badan. Pasien dengan obesitas harus didorong untuk menurunkan berat badannya.

3. Fisioterapi, diharapkan mengurangi rasa nyeri dan relaksasi otot

4. Latihan (senam rematik), memperbaiki gerakan sendi dan kekuatan otot

Tatalaksana Farmakologi:

Mengurangi rasa nyeri sangat penting dalam penanganan OA. Obat analgesic seperti obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), OAINS menghambat biosintesis prostaglandin yang terbentuk saat proses radang.

Penulis: dr. Elim Jusri, S.Ked (Dokter Umum RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa)
Editor: Kink Kusuma Rein

Rekomendasi Berita

Baca Juga