Ini Tanda dan Gejala Sakit Maag yang Penting untuk Diketahui

291
Ilustrasi maag. (Int)

SULSELSATU.com – Gastritis merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari.

Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor iritasi dan infeksi Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag yang berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.

Gastritis adalah suatu keadaan peradangan atau peradangan mukosa lambung yang bersifat akut, kronis, difus dan lokal.

Ciri-ciri

Ciri-ciri penyakit maag penting untuk diketahui, sebab pengenalan tersebut adalah cara awal untuk meminimalkan terjadinya komplikasi, atau hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan.

Selain keluhan nyeri ulu hati, gejala sakit maag bisa berupa rasa panas dan terbakar pada perut bagian atas, perut kembung, mual dan muntah, sering bersendawa dan buang gas (kentut), refluks (kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan), epat merasa kenyang ketika makan dan rasa kenyang berkepanjangan setelah makan.

Gejala

Gejala sakit maag biasanya akan semakin memburuk jika disertai dengan stres. Selain stres, masuknya udara lewat mulut ketika mengonsumsi makanan juga bisa menyebabkan perut semakin kembung dan frekuensi sendawa meningkat.

Kebanyakan gastritis tanpa gejala. Keluhan yang sering dihubungkan dengan gastritis yaitu nyeri panas atau pedih pada ulu hati disertai mual dan muntah. Keluhan tersebut tidak bisa digunakan sebagai indikator dalam evaluasi keberhasilan terapi dari gastritis.

Pemeriksaan fisik juga tidak memberikan informasi yang dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis gastritis. Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan.

Dari anamnesis pasien datang ke dokter karena rasa nyeri dan panas seperti terbakar pada perut bagian atas. Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti dengan makan, mual, muntah dan kembung.

Faktor risiko pola makan yang tidak baik yaitu waktu makan terlambat, jenis makanan pedas, porsi makan yang besar, sering minum kopi dan teh, infeksi bakteri atau parasit, penggunaan obat analgetik dan steroid, pasien usia lanjut, konsumsi alkohol, stress dan penyakit lainnya.

Penatalaksanaan gastritis

Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu terjadinya keluhan, antara lain dengan makan tepat waktu, makan sering dengan porsi kecil dan hindari dari makanan yang meningkatkan asam lambung atau perut kembung seperti kopi, teh, makanan pedas dan kol.

Konseling dan edukasi pasien serta keluarga mengenai faktor risiko terjadinya gastritis serta terapi diberikan per oral dengan obat.

Penulis: dr. Elim Jusri, S.Ked
Editor: Kink Kusuma Rein

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Tak Hanya Gerindra, Caleg PKS Ini Rasakan Efek Positif Prabowo-Sandi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Efek positif Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno...

Bawaslu Jeneponto Lantik 1.101 Pengawas TPS

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bawaslu Jeneponto melantik 1.101 Pengawas Tempat...

Forum Perangkat Daerah Sinjai Rakor Penyusunan RKPD

SULSELSATU.com, SINJAI - Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang...

Baca Juga