Pemkab Takalar Resmikan Lima Titik Sumur Bor

Bupati Takalar Syamsari pada peresmian sumur bor. (Ist)

SULSELSATU.com, TAKALAR – Sebagai upaya penanganan krisis air bersih di sejumlah daerah, sebanyak 5 unit sumur bor yang merupakan bantuan dari Kementrian ESDM didukung oleh Komisi VII DPR RI diresmikan pemerintah Kabupaten Takalar di Aula Kantor Camat Mappakasunggu, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Senin (17/12/2018).

Peresmian ini dihadiri langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, bersama-sama dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Tamsil Linrung, dan Bupati Takalar Syamsari.

Sumur bor air bersih tersebut dibangun oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2018. Peresmian ini menandakan bahwa sumur bor dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Bupati Takalar, Syamsari menyampaikan, bahwa semua bantuan yang masuk ke Kabupaten Takalar tujuannya untuk meningkatkan tarif hidup masyarakat dan tak lepas dari dukungan Komisi VII DPR RI.

“Banyak bantuan yang masuk, motor sampah, paket koverter BBM ke LPG, lampu jalan tenaga surya, hingga termasuk GPS untuk mendeteksi titik yang banyak ikannya dan masih banyak tidak terhitung jumlahnya itu berkat dukungan dari Komisi VII DPR RI. Semua yang dikirim oleh pusat nilainya miliaran, semua itu untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat,” ujar Syamsari.

Peresmian ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Di mana beberapa daerah di wilayah Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

Menteri ESDM melalui Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Wanhar menyampaikan, bahwa bantuan sumur bor ini dibuat pada lima titik di Takalar. Masing-masing sumur memiliki kedalaman 125 meter dengan debit rata-rata 2 liter per detik.

“Lima unit sumur bor tersebut memiliki spesifikasi teknis kedalaman masing-masing 125 m, debit rata-rata 2 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter. Dengan debit air rata-rata 2 liter/detik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.800 jiwa,” katanya.

Peresmian dilakukan untuk 5 unit sumur bor air bersih yang telah selesai dibangun di Kabupaten Takalar pada tahun 2018 ini, yaitu di:
– Kelurahan Takalar, Kec. Mappakasunggu;
– Desa Bontomanai, Kec. MangaraBombang;
– Desa Laikang, Kec. Mangarabombang;
– ‎Desa Punaga, Kec. Mangarabombang;
– Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone;

Editor: Hendra Wijaya