Kawal Tahun Politik, Kapolres Lutra Menghadap Datu Luwu

images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola, secara langsung menemui Datu Luwu Ke-40, Andi Maradang Makkulau Opu To Bau, di Istana Kedatuan Luwu,  Kota Palopo.

Dengan menggunakan baju adat Luwu, Boy begitu ia disapa yang didampingi Ketua Bhayangkari Luwu Utara, disambut oleh Dewan adat 12, Opu pa bicara, Makole Baebunta dan Maddika Bua untuk  “Mangngolo atau menghadap datu, dalam rangka meminta restu dalam menjalankan tugas sebagai Kapolres Luwu Utara.  

Saat datang, Datu Luwu ke-40 yang memasuki ruangan istana didampingi permaisuri langsung memeluk kapolres sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kunjungan pertama Boy bersama rombongan ke Istana.  

“Ini adalah kunjungan yang pertama seorang Kapolres di Istana.  Sayapun sering bertemu dengan beliau,  namun dengan busana Polri.  Dan kedatangannya ke Istana dengan menggunakan busana adat,  menjadi simbol bahwa beliau kini menjadi bagian dari Wija To Luwu,” ungkap Datu saat memberikan sambutan selamat datang, Senin (24/12/2018).

Sementara itu, Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy Fs Samola menjelaskan,  jika kedatangannya kali ini dalam rangka memohon restu untuk menjalakan tugas, baik dalam pengamanan Natal dan tahun baru, terlebih menghadapi momen politik tahun 2019. 

“Saya hadir sebagai seorang anak yang akan menjalankan tugas dan memohon restu kepada orang tua agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Tugas Polri juga bukan semata di bidang Kamtibmas tetapi juga terkait dengan semua aspek kehidupan masyarakat seperti politik,  sosial,  ekonomi dan budaya. Kehadiran saya juga di istana kali ini tidak lepas dari tugas Polri di bidang sosial budaya,” ungkap Boy di hadapan Datu.  

Selanjutnya,  sebagai penghargaan atas kehadirannya di istana,  Datu Luwu,  Andi Maradang Makkulau Opu To Bau pun menyematkan pin kedatuan kepada Kapolres Luwu Utara sebagai simbol jika saat ini Boy telah menjadi bagian dari keluarga Kedatuan Luwu.  

Kegiatan memohon doa restu atau dalam istilah Kedatuan disebut dengan Prosesi MAPPISABBI, ditutup dengan ritual ARAJANGE.

Dimana Kapolres Luwu Utara diantar oleh satu orang pihak Istana untuk memasuki sebuah ruangan khusus yang disakralkan untuk memanjatkan doa.  Ritual ini sendiri merupakan ritual inti dan wajib dalam sebuah prosesi MAPPISABBI di kalangan istana Kedatuan Luwu.

Penulis: Asrul
Editor: Awang Darmawan