Sekretariat PKH Jeneponto Digeruduk NGO, Ini Masalahnya

195
Koordinator PKH Jeneponto, Sandra Dewi memberikan penjelasan di depan para aktivis (Sulselsatu/Dedi)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sejumlah NGO mendatangi Sekretariat PKH Dinas Sosial Jeneponto terkait dugaan pemotongan dana PKH, Kamis (3/1/2019).

“Kami hadir karena teriakan masyarakat Bangkala khususnya di Kelurahan Benteng, bahwa mereka hanya menerika PKH Rp500 ribu,” ujar Edy Herianto, seorang orator.

Hery mengatakan, seharusnya masyarakat menerima bantuan PKH sebesar Rp1,8 juta per tahun dengan empat tahap. Tahap pertama Rp500 ribu, kedua Rp500 ribu, ketiga Rp500 ribu dan terakhir Rp300 ribu.

“Tapi nyatanya yang diterima masyarakat Bangkala atas nama Sattunia itu hanya mendapatkan Rp100 ribu tiga kali dan Rp200 ribu (Total Rp 500 ribu) dan kami dilengkapi buku rekening dari sumber masyarakat tersebut secara langsung berserta tanda tanganya,” katanya

Bahkan pihaknya sempat mempertanyakan dalam pertemuan di kantor Kelurahan Benteng yang saat itu ada pertemuan dihadiri oleh oknum pendamping PKH.

“Tapi anehnya saat dipertanyakan di rapat kelurahan, malah pihak pendamping PKH malah memukul meja pake kunci pada saat itu, sehingga kami hadir di tempat ini untuk mempertegas, bahwa apabila adanya seperti itu adanya penyimpangan-penyimpangan, maka wajib hukumnya copot Kadis Sosial,” katanya.

Koordinator PKH Jeneponto, Sandra Dewi yang dikonfirmasi terkait hal ini membantah adanya pemotongan PKH.

“Ini tidak benar, karena mungkin mereka tidak mengetahui regulasinya. Saya yakin pendamping saya bekerja secara profesional, menjaga integritasnya dan sangat santun dengan peserta PKH-nya,” ujar Sandra.

Bahkan pihaknya akan tidak segan-segan akan meminta pemutusan kontrak jika terbukti ada pendamping PKH yang melakukan kecurangan.

Diketahui, jumlah penerima PKH di 11 Kecamatan di Jeneponto sebanyak 24.760 orang.

Penulis: Dedi
Editor: Hendra Wijaya

 

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga