Seret Nama Bupati Bulukumba, Akbar Faisal Desak Kejati Tuntaskan Kasus Suap Proyek Rp49 Miliar

82

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faisal mendesak Kejati Sulsel agar segera menuntaskan kasus dugaan suap proyek irigasi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp49 miliar di Kabupaten Bulukumba. 

Akbar mengatakan, sikap itu ia ambil setelah mendapat laporan rinci berupa dokumen dari salah satu oknum ASN di Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Andi Ichwan Amkas. 

“Saya menggunakan kewenangan pengawasan saya (sebagai anggota DPR RI). Saya tidak mau ada masalah di daerah pemilihan saya, apalagi di dapil saya, di mana kemudian saya diam-diam saja,” ujar Akbar saat ditemui wartawan di Makassar, Minggu (13/1/2019). 

“Agar kemudian kasus ini berjalan, saya mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk segera menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus ini. Konon katanya, alat bukti sudah cukup,” tambahnya. 

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat Andi Ichwan Amkas diberi surat rekomendasi oleh Bupati Bulukumba Andi Muhammad Sukri Sappewali untuk mengurus proyek irigasi senilai Rp49 miliar tersebut sejak tahun 2017 silam dan anggarannya kemudian cair setahun kemudian. 

Bupati Bulukumba juga mempertemukan Andi Ichwan dengan Direktur CV Jonjoro berinisial AB selaku rekanan dalam proyek pembangunan irigasi itu. 

Pria AB tersebutlah yang kemudian diduga melakukan suap senilai Rp800 juta dengan Rp500 juta dalam bentuk pecahan dolar Singapura serta Rp100 juta dalam pecahan rupiah. 

Dari laporan yang ada, sejumlah oknum pejabat kementrian hingga Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali bersama putranya diduga terlibat dalam dugaan kasus suap tersebut. 

“Dari dokumen pembuktian yang ada, diduga kuat Andi Sukri Sappewali dan putranya terlibat penuh dalam kasus korupsi ini” tegas Akbar. 

Untuk itu, Akbar Faisal mengaku bakal membawa persoalan dugaan kasus suap tersebut dalam rapat bersama antara pihaknya dengan jaksa agung di Jakarta. 

“Intinya, saya yakin Kejaksaan Tinggi Sulsel akan maju selangkah lagi dalam kasus ini dengan menaikkan status kasus korupsi yang melibatkan Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali ini,” tukasnya. 

Sementara itu, pihak Kejati Sulsel dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan rangkaian penyelidikan terhadap kasus ini. 

Khusus Kejati Sulsel sendiri disebut-sebut telah membentuk tim intel untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadao kasus tersebut. 

Termasuk Andi Ichwan Amkas juga telah dipanggil penyidik sebanyak tiga kali untuk melakukan klarifikasi atas laporan dugaan suap tersebut. 

Namun, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin masih enggan banyak berkomentar terkait kasus ini. 

“Iya, masih penyelidikan,” singkatnya. 

Penulis: Hermawan Mappiwali 
Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Bupati Gowa Paparkan Capaian Kinerja di Hadapan Dewan

SULSELSATU.com, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyerahkan...

Bertemu Aliyah, Kades Bontomangape Keluhkan Pencabutan Insentif PPKBD

SULSELSATU.com, TAKALAR - Karunia Ramli, selaku Pelaksana Tugas (Plt)...

Surya Paloh Imbau Warga Maksimalkan Hak Pilihnya

SULSELSATU.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengimbau...

Baca Juga