Dikeluhkan Pengguna Jalan, Dewan Justru Minta Pak Ogah Jadi Mitra

36
Ilustrasi. (int)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengatur jalan yang meminta uang jasa kepada para pengguna jalan atau yang kerap disebut Pak Ogah semakin menjamur. Tak sedikit pengguna jalan yang mengeluh dengan kehadiran Pak Ogah ini.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Andi Amirullah Djaya mengatakan, keberadaan Pak Ogah muncul dikarenakan kurangnya pendekatan dari instansi terkait untuk menangani kemacetan, khususnya di Makassar.

Menurut legislator dari Fraksi Hanura ini, Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memberikan pembinaan kepada para Pak Ogah yang selama ini selalu mangkal di ruas-ruas jalan utama Kota Makassar.

“Kalau toh ternyata Pak Ogah jadi masalah di Kota Makassar, ada pasti sesuatu yang salah di dalam pengelolaan. Maka Dishub harus bertindak tegas, kalau boleh Pak Ogah harusnya dijadikan mitra daripada dianggap itu suatu masalah dan muncul terus,” kata Amirullah saat dihubungi Sulselsatu, Minggu (13/1/2019).

Dia menyebutkan, selama ini persoalan Pak Ogah dari tahun ke tahun sangat sulit diberantas. Dengan demikian, menjadikan Pak Ogah sebagai mitra pengatur lalu lintas dinilainya sebagai sesuatu yang tepat.

“Tapi itu harus dibina, kalau boleh setiap tikungan itu harus ada dua orang. Jadi, harus ada pembahasan karena kalau kita melihat ada berapa jalanan yang punya perputaran balik. Kalau toh tidak ada juga Pak Ogah, itu juga bisa jadi kemacetan karena tidak ada yang atur. Makanya dijadikan saja sebagai mitra,” pungkasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga