Merugi, 26 Toko Hero Supermaket Tutup dan 532 Karyawan di-PHK

36
Hero Supermarket. (Int)

SULSESLATU.com, JAKARTA – PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) menutup 26 toko dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 532 karyawan. Perusahaan ritel ini merugi hingga Rp163 miliar.

Perusahaan ini terus merugi padahal kerugian perusahaan dibanding kuartal III 2017 hanya 79 miliar.

Corporate Affairs GM Hero Supermarket, Tony Mampuk mengatakan, perusahaan masih meraup laba pada kuartal III 2018. Namun, bisnis perusahaan bukan semata-mata Hero Supermarket, melainkan juga Giant Ekstra, Giant Ekspres, dan 258 toko Guardian Health & Beauty, serta satu toko IKEA.

“Sebagai langkah untuk memastikan agar PT Hero Supermarket Tbk bisa sustain, kami melakukan penutupan 26 toko Hero Supermarket. 532 karyawan yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terkait food business (bisnis makanan),” ujar Tony seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu (13/1/2019).

26 toko yang ditutup adalah gerai-gerai ritel modern yang tercatat tidak menghasilkan keuntungan lagi. Bahkan, ke-26 toko tersebut menyumbang beban operasional yang disebut sangat tinggi.

“Sejak tiga tahun terakhir memang kondisi ritel secara umum dalam tekanan. Kalau tidak melakukan penutupan 26 toko ini, maka beban operasional akan semakin tinggi dan kerugian akan semakin besar,” ujar Tony.

Seperti diketahui, daya beli masyarakat yang lesu disebut-sebut jadi biang keladi banyak toko menutup lapaknya. Pada pertengahan 2017, gerai ritel modern Sevel atau 7-Eleven menutup seluruh operasionalnya. Diikuti oleh Ramayana pada Agustus 2017.

Kemudian, beberapa merek atau label pakaian dan sepatu luar negeri juga hengkang dari Indonesia. Mereka mengakhiri kerja sama distribusi produk lewat perusahaan lokal. Sebut saja, Clarks dan New Look.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga