Terkendala Hak Ulayat Warga, Pembangunan Patung Yesus di Papua Dihentikan

51
Patung Yesus Toraja. (Int)

SULSELSATU.com, JAYAPURA – Pemprov Papua menghentikan pembangunan Patung Yesus di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Jayapura.

Patung Yesus yang sedianya dibangun setinggi 33,3 meter di atas luas lahan dua hektare tersebut dan direncanakan jadi ikon pariwisata setempat batal karena hak ulayat warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Papua, Girius One Yoman mengatakan, penghentian proyek itu disebabkan karena permasalahan hak ulayat di lokasi pembangunan yang tak kunjung selesai.

“Bukan salah pemerintah, tetapi selalu ada pemalangan sehingga kami untuk berhenti dan nampaknya [ikon patung] tidak bisa turut menyemarakkan pelaksanaan PON XX pada 2020 di Papua sebagai salah satu tempat wisata,” kata Girius seperti dilansir CNN Indonesia.

Menurut Girius, permasalahan utama justru terletak pada masyarakat setempat yang saling klaim soal hak ulayat di kawasan terkait. Padahal, pemerintah sudah siap membangun.

“Masalah pembebasan lahan di lokasi pembangunan patung Yesus sudah dibayarkan kepada pemilik hak ulayat, namun masih ada pihak lain yang komplain,” ucapnya.

Akibat dari permasalahan berlarut-larut itu, anggaran pembebasan lahan tak lagi masuk daftar pada 2019 dan pembangunan pun dihentikan.

Girius menjelaskan, ikon pariwisata berupa Patung Yesus ini awalnya dibangun sebagai tempat wisata bagi kontingen PON XX yang hendak berwisata, sehingga dapat menambah pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

Materi pembangunan Patung Yesus disebut akan dipesan dari luar Papua. Dinas PU pun telah melakukan kajian terhadap Patung Yesus lain yang ada di belahan dunia seperti di Brazil, Timor Leste dan Spanyol.

Rencananya, ketika kawasan wisata ini selesai dibangun, diharapkan adanya pelataran atau halaman yang bisa digunakan sebagai tempat Kebaktian Kebangunan Rohani, kegiatan yang umum dilakukan oleh umat Katolik dan Nasrani, sehingga para wisatawan bisa datang ke Pantai Base-G sembari berwisata rohani.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga