Polisi Bekuk Komplotan Bandit yang Sekap dan Cabuli Gadis Asal Gowa

75
Tim Jatanras Polrestabes meringkus tiga pelaku penyekapan dan pencabulan anak di bawah umur, Senin (14/1/2019). (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Jatanras Polrestabes meringkus tiga pelaku penyekapan dan pencabulan anak di bawah umur, Senin (14/1/2019). Mereka diketahui berinisial RM, SL (40) dan AM (20).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, ketiga pelaku menyekap dan mencabuli perempuan berusia 14 tahun asal Kabupaten Gowa.

“Ketiga pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda di Kota Makassar. Mereka telah melakukan penyekapan dan pencabulan secara paksa terhadap anak di bawah umur,” ujar Dwi di Mapolrestabes Makassar, Senin siang.

Dia menceritakan, aksi bejat itu bermula saat pelaku RM menjemput korban di rumahnya dengan maksud untuk jalan-jalan ke Pantai Losari pada Kamis (10/1/2019) lalu.

Kemudian di tengah perjalanan, pelaku justru membawa korban menuju ke sebuah rumah toko di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

“Korban dengan pelaku berkenalan lewat Facebook baru sekitar seminggu lalu. Dan kemudian janjian pergi jalan-jalan, namun korban disekap dan disetubuhi secara paksa sejak Kamis malam,” uajarnya.

Kasus itu pun terungkap usai korban berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan hingga diselamatkan oleh warga sekitar. Korban yang trauma langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Karena dua pelaku SL dan AM merasa capai setelah menyetubuhi korban sehingga tertidur. Kemudian korban memanfaatkan situasi itu dan berhasil melarikan diri dengan melompat dari lantai dua,” terangnya

Pada saat korban berhasil kabur, kedua pelaku pelaku AM dan SL langsung berhasil diamankan di ruko lokasi penyekapan.

Kemudian yang sempat melarikan diri dibekuk petugas di lokasi persembunyiannya di salah satu rumah sakit swasta di Kota Makassar. RM sendiri ditembak petugas pada bagian kakinya usai mencoba kabur setelah ditangkap.

“Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi pelaku ini tetap berusaha melarikan diri. Makanya anggota kita memberikan tindakan tegas,” terang Dwi.

Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat 285 KUHP dan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Buka Musrenbang RKPD, Suard Saleh Minta Anak Buahnya Buat Perencanaan Matang

SULSELSATU.com, BARRU - Bupati Barru Suardi Saleh membuka Musrenbang...

Suardi Saleh Buka Bimbingan Sosial Bagi Lansia di Dinsos Barru

SULSELSATU.com, BARRU - Bupati Barru Suardi Saleh menghadiri bimbingan...

Serahkan LKPD ke BPK, Taufan Apresiasi Kinerja OPD

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe...

Baca Juga