Legislator Makassar Prihatin Atas Kasus Penyekapan dan Pemerkosaan Gadis Asal Gowa

62
Tim Jatanras Polrestabes meringkus tiga pelaku penyekapan dan pencabulan anak di bawah umur, Senin (14/1/2019). (IST)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota legislatif Kota Makassar Sampara Sarif turut prihatin atas peristiwa yang dialami seorang remaja putri (14) asal Kabupaten Gowa yang disekap dan menjadi korban pemerkosaan oleh tiga pria yang baru dikenalnya melalui media sosial Facebook.

Sampara mengimbau kepada warga khususnya orangtua agar lebih jeli terhadap pergaulan anak-anak mereka mengingat saat ini perkembangan informasi melalui media sosial sangat cepat.

“Orangtua harus menjaga anak mereka mulai dari pada siapa dia bermain, berinteraksi termasuk dengan kebebasan media sosial seperti sekarang sehingga hal seperti ini bisa dikurangi,” ujar Sampara di Kantor DPRD Makassar, Senin, (14/1/2019).

Dia juga berpesan kepada Pemerintah Kota Makassar agar harus lebih memaksimalkan program ‘Jagai Anakta’ untuk melindungi dan mengawasi generasi muda di Makassar.

Sampara menambahkan, aparat penegak hukum maupun pemerintah sendiri harus menindak tegas para pelaku agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Kota Makassar.

“Pemerintah harus menindak tegas terkait persoalan-persoalan seperti ini. Nda bisa dibiarkan karena ini kejahatan kepada kemanusiaan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan Polrestabes berhasil meringkus tiga pelaku penyekapan dan pemerkosaan perempuan berusia 14 tahun asal Kabupaten Gowa. Mereka diketahui berinisial RM, SL (40) dan AM (20).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, aksi bejat itu bermula saat pelaku RM menjemput korban di rumahnya dengan maksud untuk jalan-jalan ke Pantai Losari pada Kamis (10/1/2019) lalu.

Kemudian di tengah perjalanan, pelaku justru membawa korban menuju ke sebuah rumah toko di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

“Korban dengan pelaku berkenalan lewat Facebook baru sekitar seminggu lalu. Dan kemudian janjian pergi jalan-jalan, namun korban disekap dan disetubuhi secara paksa sejak Kamis malam,” uajarnya.

Kasus itu pun terungkap usai korban berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan hingga diselamatkan oleh warga sekitar. Korban yang trauma langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga