PT Adhi Karya Jawab Kritikan JK Soal LRT 1 Km Rp500 Miliar

60
Ilustrasi (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Pihak PT Adhi Karya menjawab kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait pembangunan kereta ringan atau light rail transit/LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi yang biayanya dianggap sangat mahal.

Menurut Direktur Operasi II PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata, biaya pembangunan itu sudah yang paling optimal berdasarkan kajian.

“Kami juga sudah melakukan kajian dan ini yang paling optimum,” kata Pundjung, seperti dikutip dari Viva, Senin (14/1/2019).

Menurut Pundjung, biaya yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi elevated (jalur layang) ini sebenarnya lebih murah dibandingkan underground atau bawah tanah.

Dia menjelaskan, perhitungan biaya itu sudah melalui berbagai kajian seperti studi origin destination, network(integrasi dengan transportasi lain), obstacle(hambatan) dan lain sebagainya. Juga, termasuk perhitungan jumlah kereta.

“Berbeda dengan pembangunan jalan tol, selain bangun lintasan, kami juga harus siapkan keretanya, stasiunnya, tempat penyimpanannya, maintenance atau depo,” ujar Pundjung.

Sebelumnya, JK mengkritik inefisiensi-inefisiensi membuat biaya pembangunan melambung tinggi, yakni mencapai Rp500 miliar per kilometer. JK mempertanyakan kecakapan konsultan yang merancang proyek.

“Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp500 miliar per kilometer? Kapan kembalinya, kalau dihitungnya seperti itu?” ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Buka Musrenbang RKPD, Suard Saleh Minta Anak Buahnya Buat Perencanaan Matang

SULSELSATU.com, BARRU - Bupati Barru Suardi Saleh membuka Musrenbang...

Suardi Saleh Buka Bimbingan Sosial Bagi Lansia di Dinsos Barru

SULSELSATU.com, BARRU - Bupati Barru Suardi Saleh menghadiri bimbingan...

Serahkan LKPD ke BPK, Taufan Apresiasi Kinerja OPD

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe...

Baca Juga