Solusi Tuntas Berantas Kriminalitas

46
Mutmainnah B. (ist)

Sungguh miris, melihat kondisi masyarakat hari ini yang semakin hari kian membrutal merupakan salah satu efek dari pemisahan agama dan kehidupan yang menjadikan masyarakat bertindak tanpa aturan dan tak peduli atas apa yang ia lakukan.

Kasus pengeroyokan yang berujung tewasnya seseorang di dalam masjid kembali terjadi, jika sebelumnya terjadi di Kabupaten Bekasi, yang dimana pria berinisial MA dituduh mencuri amplifier masjid, kali initerjadi di Masjid Nurul Yasin, Kampung Jatia, Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa oleh salah seorang warga, Muhammad Khaidir (23), mahasiswa UIT asal Kabupaten Selayar, ditemukan sedang memcahkan lemari dan hiasan kaligrafi, mematahkan tiang mic, dan merusak pembatas saf.

Tindakan inilah yang memicu kemarahan warga dan berujung penganiayaan dan menyebabkan tewasnya mahasiswa tersebut. Pada situs lain diberitakan bahwa, Muhammad Khaidir tewas setelah dikeroyok usai diteriaki maling lantaran dituduh hendak membawa kabur kotak amal. Kasus tersebut kini telah diselidiki Polres Gowa. Saat ini, sudah 13 warga diamankan yang diduga pelaku penganiayaan.

Wakapolres Gowa, Kompol Muhammad Fajri mengatakan, ke-13 warga ini berstatus saksi dan ditangkap polisi dari sejumlah tempat yang berbeda.
Penangkapan dilakukan usai olah tempat kejadian perkara (TKP) di dalam Masjid Nurul Yasin Jatia, Kelurahan Mata Allo, Kecamatan Bajeng, KabupatenGowa, Sulawesi Selatan, Senin (10/12/2018)

Saya tidak ingin membahas masalah apa yang melatar belakangi korban. Fokus pada masalah kriminalitas dan masih seringnya masyarakat kita melakukan tindakan main hakim sendiri tanpa mendengar klarifikasi sebelumnya dari si korban. Kasus seperti ini dapat dikatakan menjamur dan belum bisa teratasi secara tuntas samapi hari ini, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah seperti memberi hukuman penjaran ampaknya tak menjadi penghalang orang lain melakukan hal serupa.

Kasus pengeroyokan yang berujung pembunuhan akan berpeluang terus terjadi sampai benar-benar ada solusi yang bisa menjadikan para pelaku bahkan masyarakat jera sebelum melakukan tindak kriminalitas.

Islam solusi tuntas berantas kriminalitas

Islam merupakan sebuah ideology yang memancarkan aturan di dalamnya. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia karena islam merupakan agama politik dan spiritual bukan sekedar agama ruhiyah spiritual belaka.

Salah satu yang diatur oleh islama dalah kasus kriminalitas. Bagaimana islam memberikan solusi hak atas tindak kriminalitas yang menimbulkan efek jera sehingga islam mampu memberantas tindak kriminlaitass ecara tuntas.

Dalam islam sangat jelas hukum atas tindak kriminalitas terutama pada kasus pembunuhan: Surat Al Baqarahayat178: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka Barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendakalah (yang diberimaaf) membayar (diat) kepada yang memberimaaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dariTuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui bata ssesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih.”

Ayat tersebut adalah satua yat yang memberikan hukuman terhadap para pembunuh untuk melaksanakan qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Adapun ayat lain yang menegaskan tentang hukum membunuh yang dilakukan secaratidaksengaja. Surat An Nisaa’ ayat92 : “Dan tidak layak bagi seorang mukimin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hambasahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jik aia (siterbunuh) dari kaum (kafir) yang ada Perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, Maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (siterbunuh) serta memerdekakan hambasahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, Maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat daripada Allah. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Adapula yang menjelaskan tentang pelaku pembunuhan secara sengaja. Surat An Nisaa’ ayat93 : “Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

Islam begitu kompleks dalam mengatur kehidupan manusia termasuk dalam hal pembunuhan. Dari ayat-ayat di atas telah sangat gamblang dan jelas gambaransanksi yang akan diterima oleh seorang yang melakukan tindak pembunuhan secara sengaja maupun tidak sengaja. Hukuman yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tersebut tentu akan membuat jera para pelaku kriminalitas (pembunuhan) dan berpiki rulang sebelum melakukan tindak kejahatan. Wallahu’alam

Oleh: Muthmainna B

Rekomendasi Berita

Baca Juga