Opini: Generasi Instan Melek Internet

42
Uswatun Hasanah Syafruddin. (Ist)

Oleh: Uswatun Hasanah Syafruddin
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Makassar

Tekhnologi informasi dan komunikasi di zaman modern saat ini semakin berkembang pesat, Segala informasi sekarang sudah sangat mudah di akses di media daring.

Internet sebagai salah satu tempat yang menyimpan segala informasi dan sangat mudah di akses menjadi alternatif bagi setiap orang khususnya mahasiswa untuk mempermudah mereka dalam mengerjakan tugas bahkan mencari refrensi.

Namun di zaman milenial sekarang tidak sedikit mahasiswa yang menyalahgunakan media daring tersebut, yang niat awal untuk mencari refrensi maupun informasi, cenderung melakukan kegiatan plagiat atau yang di sebut dengan copy paste.

Fitur copy paste dan cut di ciptakan oleh Larry Tesler, seorang ilmuwan komputer.

Tesler sedang melakukan penelitian program Smalltalk-76 yang bertugas menyimpan data teks ke dalam memori internal komputer.

Nah, saat itu lah Tesler menciptakan Fitur ini dimaksudkan untuk memotong bagian teks untuk dipindah ke bagian lain. Copy paste tercapat pertama kali digunakan selama tahun 1973-1976 oleh Tesler dan rekannya.

Gaya hidup instant di kalangan mahasiwa seharusnya tidak terjadi, dilihat dari fungsi mahasiswa sebagai agen of change sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka lakukan, bagaimana bisa mereka membawa perubahan bagi orang lain sedangkan untuk diri meraka saja tidak bisa.

Mahasiswa padahal tahu,penjiplakan,atau plagiarisme merupakan pembodohan dan tindakan kriminal. Akibat dari copy paste ini mahasiswa tidak akan bertambah wawasannya malah sebaliknya.

Sifat plagiarisme ini bermula karnamahasiswa beranggapan bahwa tugas yang mereka buat tidak akan di baca serius oleh dosen dosen mereka,sehingga muncul anggapan “yang penting selesai”

Selain dari kebanyakan tugas dari mahasiswa yang terkadang tidak digubris atau dibaca oleh dosen

faktor penyebab dari budaya copas ini yang sudah mengakar disebabkan kemalasan dan kurangnya minat literasi dari mahasiswa

Sebaiknya mahasiswa harus rajin rajin menulis,dan membaca sebagaimana amanat UUD 1945.

Bukankah salah satu ciri bangsa yang maju dan cerdas adalah bangsa yang maju tradisi tulis dan bacanya.Kemudian perlu di beri motivasi untuk kreatif dan inovatif,bahkan ikut pelatihan menulis.

Di harapkan mahasiswa sebagai kaum intelektual serta agen of change, sosial control dan iron stok harusnya mahasiswa sadar akan hak dan kewajiban moril kita.

Seharusnya lebih mengedepankan hal-hal atau tulisan yang bersifat ilmiah dan lebih giat dalam membaca. Tidak ada yang menyalahkan mahasiswa yang mencopas literatur dari internet atau sebagainya jika mereka baca dan paham.

Namun yang hanya mengcopas dan tidak membaca isi dari hasil copasannya lah yang merugikan baik bagi diri sendiri ataupun yang lain.

Seperti kata pramoedya ananta toer “Jika kau ingin mengenal dunia maka Membacalah

Dan jika kau ingin dikenal dunia, maka menulislah “

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga