Opini: Dilema Copypaste dan Mahasiswa Kekinian

47
Mirdana Ayu Ningsih. (Ist)

Oleh: Mirdana Ayu Ningsih
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Makassar

MAHASISWA adalah seseorang yang sedang menikmati keindahan pendidikan di salah satu lembaga tinggi selama beberapa waktu yang telah ditentukan.

Menjadi mahasiswa tentunya tidaklah mudah , saat pertama kali memasuki dunia perkuliahan akan mengalami suasana yang sedikit berbeda.

Dibanding saat masih di bangku sekolah menengah, mulai dari proses belajar mengajar hingga aturan kampus .

Menyandang predikat mahasiswa tentu ditantang untuk berkarya dan terus berkarya.

Hal ini mungkin tak berbeda jauh saat duduk dibangku sekolah, yaitu dituntut untuk berprestasi.

Tuntutan untuk menjawab kesiapan sebagai mahasiswa adalah berkarya . Selama menjadi mahasiswa hendaknya memiliki minimal satu buah karya yang nantinya bisa untuk dibanggakan.

Tugas dan mahasiswa seolah menjadi sesuatu yang tak dapat dipisahkan. Mulai dari makalah , esai , resume ataupun presentasi secara individu pun tidak dapat dihindari .

Namun itulah yang menjadi pembeda antara mahasiswa dan siswa sekolah menengah . di tuntut untuk berfikir se-kreatif mungkin yang nantinya akan di tuangkan kedalam sebuah tulisan .

Namun yang menjadi fenomena saat ini adalah rasa ingin serba “ instan “ dan ingin mendapat “ pujian “ membuah beberapa mahasiswa menumbuhkan jiwa copypaste .

Maksudnya adalah menyalin sebuah tulisan orang lain dengan dimodifikasi se-apik mungkin.

Bahkan kadang kala tidak menyertakan sumber dari tulisan tersebut lalu kemudian diakuilah bahwa tulisan itu adalah karyanya.

Apalagi di zaman yang serba cangging seperti saat ini , melihat perkembangan internet yang pesat , hal seperti itu serasa bukan hal yang tabu lagi pada saat ini .

Dengan menggunakan mesin pencari google yang ada diinternet, mengerjakan tugas tugas menjadi hal yang mudah.

Namun karena kemudahan dan kepraktisan itulah, saat ini banyak yang menyalahgunakannya dengan meng-copy paste tulisan orang lain.

Ataupun mengambilnya secara random , lalu disusun dan kemudian di akui sebagai karya milik sendiri .

Menumbuhkan jiwa menulis sebenarnya tidak susah, tetapi tidak gampang juga, karena saat menuli, dituntut untuk mempunyai kreatifitas yang tinggi.

Tidak hanya itu juga, seorang penulis harus terlebih dahulu menumbuhkan jiwa suka membaca pada diri sendiri.

Bagaimana mau dan bisa menulis sedangkan membaca pun enggan .

Copy paste sebenarnya bukannya dilarang, tetapi alangkah baiknya disertai dengan pemikiran sendiri.

Malah lebih bagus jika menulis dengan hasil dari kretifitas sendiri, sebagai generasi milenial saat ini , sebaiknya mulai dengan meninggalkan budaya copypaste.

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Pemda Pinrang Berangkatkan Umroh Peraih Medali Emas Asian Games 2018

SULSELSATU.com, PINRANG - Pemeritah Kabupaten Pinrang berangkatkan umroh kepada...

PT Indonesia Power UJP PLTU Barru Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

SULSELSATU.com, BARRU - PT Indonesia Power UJP PLTU Barru...

Deng Ical Apresiasi Festival Kachak 2019

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal...

Baca Juga