Bos Abu Tours Divonis Maksimal, Kuasa Hukum: Hakim Pakai Asas Praduga Bersalah

Pemilik Abu Tours Travel, Hamzah Mamba menjalani sidang vonis kasus penggelapan dan pencucian uang di Pengadilan Negeri Makassar, Jalan Kartini, Makassar, Senin (28/1/2019). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar telah menjatuhkan vonis 20 tahun penjara serta denda Rp500 juta kepada bos Abu Tours, Hamzah Mamba, Senin (28/1/2019). 

Vonis itu lebih berat dari tuntutan jaksa yang meminta terdakwa divonis 20 tahun penjara dengan denda Rp100 juta. 

Kuasa hukum terdakwa, Hendro Saryanto pun mengaku timnya telah menduga sang klien bakal divonis berat. Alasannya, ia telah membaca di persidangan bahwa sejak awal hakim telah keliru menilai kasus ini. 

“Kami juga sudah sampaikan sebelumnya kepada terdakwa putusannya bakal berat seperti ini,” ujar Hendro saat ditemui wartawan pasca pembacaan vonis.

“Kenapa kami sampaikan seperti itu, pertama, pada saat persidangan terdahulu, hakim sudah menjunjung asas praduga bersalah,” ujarnya kemudian. 

Hendro juga membela kliennya soal para hakim dan jaksa sejak kasus ini bergulir terjebak dengan anggapan bahwa kasus Abu Tours serupa dengan kasus First Travel yang sebelumnya juga menyita perhatian masyarakat luas.

Pasalnya, ia menganggap bahwa kepentingan jemaah akan kebih terakomodir jika kasus ini dibawa ke ranah perdata. 

Diberitakan sebelumnya, Hamzah Mamba dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana penggelapan serta pencucian uang. 

Ia pun dijerat pasal pasal 372 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penggelapan serta pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP.

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan