Logo Sulselsatu

Jumlah Korban Tewas Banjir dan Longsor di Gowa Sudah 52 Orang

Asrul
Asrul

Selasa, 29 Januari 2019 20:43

Ketua TP PKK Kab Gowa Priska Paramita Adnan mengantarkan bantuan logistik sekaligus meninjau proses evakuasi korban tanah longsor di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya. (Ist)
Ketua TP PKK Kab Gowa Priska Paramita Adnan mengantarkan bantuan logistik sekaligus meninjau proses evakuasi korban tanah longsor di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya. (Ist)

SULSELSATU.com, GOWA – Korban bencana longsor dan banjir di sejumlah daerah di Gowa memiliki jumlah yang kian terus bertambah. Hingga Selasa (29/1/2019), jumlah korban tewas akibat bencana ini sebanyak 52 orang.

Kecamatan Bungaya menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas terbanyak yakni 27 orang. Selanjutnya, Kecamatan Manuju dengan 18 orang, Tompobulu 1 orang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan untuk jumlah korban tewas di Kecamatan Pallangga ada 3 orang, 2 orang di Kecamatan Tinggimoncong, serta 1 orang di Kecamatan Bontomarannu.

Baca Juga : Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Gowa Tinjau Vaksinasi Pelajar

“Proses evakuasi korban untuk dataran tinggi terus saja di lakukan. Karena tercatat masih ada korban yang dinyatakan hilang. Sementara untuk daerah dataran rendah, evakuasi korban telah selesai seiring surutnya banjir yang terjadi,” kata Adnan, Selasa, (29/1/2019).

Sponsored by MGID

Sebelumnya, pada hari Senin, 26 Januari 2019 kemarin, jumlah korban hanya 46 jiwa. Namun, hari ini (Selasa, 29/1/2019) telah ditemukan lagi beberapa korban longsor.

Tidak hanya ada di lokasi bencana, korban juga bertambah karena adanya korban yang meninggal di RSUD Syekh Yusuf.

Baca Juga : Adnan Minta PMI Kabupaten dan Kota Antisipasi Bencana

Korban yang dinyatakan meninggal hari ini yaitu Sudding Dg Jalling (56) dari Desa Rannangloe Kecamatan Bungaya, yang meninggal di RSUD Syekh Yusuf. Hj. Hasanang Dg Sangging (95) meninggal di RSUD Syekh Yusuf, Dg Bassang (62) Desa Rappoala Kecamatan Tompobulu.

“Di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, ada tiga tambahan korban jiwa yaitu Irwati Dg Bulang (15), Yusran (26) dan Rapiuddin (35),” kata Adnan.

Sementara untuk kondisi daerah yang terjadi bencana di Gowa, lanjut Adnan, tidak ada lagi yang terisolir. Seluruh japan telah dibuka dan dapat diakses.

Baca Juga : Membanggakan, Seminar Hasil Doktoral Bupati Adnan Raih Nilai 91,86

Penulis: Sri Wahyudi Astuti
Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 Desember 2021 11:37
Transaksi Agen BRILink Tembus Rp1.000 Triliun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah maraknya digitalisasi di sektor keuangan, peran AgenBRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tet...
Lifestyle03 Desember 2021 22:46
Rajai Penjualan PT SJAM, Desain Keren dan Futuristik Jadi Pemikat Utama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Selama tahun 2021 ini, Nmax jadi motor terlaris dalam penjualan PT Suracojaya Abadimotor (SJAM). Total, sudah ada 32....
Makassar03 Desember 2021 21:36
Peringatan Hari Ibu, Indira Jusuf Ismail Sampaikan Makna Hari Ibu
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, mengingatkan kembali akan makna hari ibu kepada generasi muda pada m...
Sponsored by MGID
Adventorial03 Desember 2021 21:03
Loker RS dr HAH Parepare, Taufan Pawe : Pendaftar Sudah 21.894, Yang Dibutuhkan Hanya 100 Orang
SULSELSATU.com, Parepare — Pendaftar lowongan kerja bagi formasi PTT non ASN di Rumah Sakit Regional dr.Hasri Ainun Habibie Kota Parepare capai ...