Jalan AP Pettarani Macet, Dishub Makassar: Pakai Kendaraan Umum

Ribuan kendaraan padat merayap di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Ahad(28/10/2018). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)
images-ads-post

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Proyek pengerjaan tol layang di Jalan AP Pettarani yang diperkirakan akan memakan waktu selama 2 tahun. Imbasnya nyaris sepanjang jalan nasional ini macet setiap hari.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Iqbal Asnan, tidak menampik hal itu. Meski demikian, ia menilai pembangunan tol layang itu sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurai kemacetan, apalagi jumlah pengguna kendaraan pribadi juga kian besar.

“Selama ini kan ada beberapa titik kemacetan termasuk jalur padat. Kita bikin tol layang kan supaya tidak macet. Sekarang pada proses pembangunan terjadi penyempitan jalan,” ujar Iqbal, saat dihubungi Sulselsatucom, Kamis (31/1/2019).

Menurutnya, kemacetan yang ditimbulkan dari pembangunan tol layang ini merupakan hal yang wajar dan menjadi konsekuensi yang harus diterima.

“Namanya juga pembuatan jalan pasti ada konsukuensinya, salah satunya kemacetan. Keinginan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi juga sangat besar, maka kita harus ubah volume jalan. Tapi kan butuh waktu untuk bikin ini jalan,” katanya.

Sebagai solusi, Iqbal menyebut, harus ada pengurangan kendaraan yang melintas di Jalan Pettarani. Salah satu alternatif yakni penggunaan kendaraan umum. Sebab menurutnya, kemacetan juga dipicu dengan tingginya keinginan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi.

“Masyarakat lebih banyak gunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi. Sebaiknya seperti itu, kan mengurangi polusi juga,” pungkasnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya