Asita Minta Pemprov Sulsel Maksimalkan Sektor Pariwisata

43

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Sulawesi Selatan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memaksimalkan sektor pariwisata.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja tahunan dengan mengangkat Tema “Optimalisasi Destinasi Pariwisata di Sulawesi Selatan”, yang berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (2/2/2019).

Aliyah Mustika Ilham selaku Ketua Panitia Rapat Kerja tersebut mengharapkan, pemerintah daerah agar melakukan pembenahan lokasi pariwisata, untuk lebih menarik minat wisatawan mengunjungi Sulawesi Selatan.

“Pak Gubernur, tolong tempat-tempat wisata yang ada di Sulawesi Selatan digenjot pembangunannya, selebihnya tugas kami di ASITA membantu pemerintah mensosialisasikan untuk menarik minat wisatawan mengunjungi Sulawesi Selatan,” ujar Aliyah.

Selain itu, Anggota DPR RI ini mengungkapkan salah satu program yang dibangun ASITA Sulsel saat ini adalah ingin mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap Sulawesi Selatan khususnya Kota Makassar sebagai daerah transit.

“Kita ubah apa yang ada dalam mindset (pola pikir) masyarakat saat ini, bahwa Sulsel khususnya Kota Makassar itu sebagai daerah transit dari Indonesia Timur ke Indonesia Barat dan begitu juga dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur, tapi bagaimana caranya setiap orang yang melewati daerah kita ini tertarik untuk singgah dan betah minimal tiga hari berada di Sulsel, nah disilah dibutuhkan sinergitas antara ASITA dan Pemerintah Daerah dalam membenahi fasilitas, akses dan sosialisasi,” ungkap Isteri Ilham Arief Sirajuddin (IAS) ini.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang membuka rapat kerja ASITA ini mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan pembenahan di beberapa daerah tujuan wisata.

“Dalam mendukung Program ASITA Sulsel, saat ini kami (Pemprov Sulsel) masih memfokuskan pembangunan di tiga daerah sebagai tunjuan wisata, yaitu Daerah Toraja dan Toraja Utara, Bulukumba dengan pantai Bira, dan Kepulauan Selayar dengan wisata Takabonerate. Nah ini kita sementara melakukan upaya bagaimana agar fasilitas yang ada di tempat wisatanya bisa lebih memadai agar wisatawan bisa lebih nyaman, kedua adalah aksesnya mulai dari infrastruktur jalan, perahu dan dermaga sebagai akses laut serta bandara dan pesawat sebagai akses udara agar orang yang berwisata lebih mudah dan nyaman,” kata Nurdin Abdullah.

Khusus untuk di wilayah Toraja, lanjut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, pihaknya tengah menggenjot pembangunan bandara Buntukuni agar pesawat Boeing dapat mendarat dengan baik.

“Bandara Buntukuni ini kita genjot pembangunannya, kita benahi hingga menjadi bandara Internasional dan merubahnya dengan nama Toraja International Airport. Selain itu, di periode kepemimpinan saya di Sulawesi Selatan ini, kita targetkan pembangunan 10 rest area yang akan berfungsi sebagai tempat persinggahan para wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati kuliner serta ole-ole khas sulawesi selatan,” ungkap Nurdin Abdullah.

Sementara, untuk kota Makassar yang dikenal sebagai kota kuliner, juga akan semakin dibenahi mulai dari fasilitas rumah makan dan restoran, hingga promosi untuk lebih meningkatkan minat wisatawan. “Dengan begitu ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan Insya Allah bisa lebih baik,” tuturnya.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga