UN Makin Dekat, None Percepat Rehabilitasi Sekolah yang Rusak Diterjang Banjir

350

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengerahkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Bangunan untuk ikut membantu merehabilitasi sekolah rusak akibat banjir bandang. Didampingi MKKS dan guru pendamping, siswa dari lima SMK di Makassar dan Gowa ini mengaplikasikan ilmunya untuk perbaikan SMK 1 dan SMA 1 Jeneponto, Sabtu (2/2/2019).

None, sapaan akrab Irman, mengatakan, banjir bandang yang menerjang enam daerah di Sulsel, beberapa waktu lalu, mengakibatkan sejumlah bangunan rusak, termasuk sekolah.

Jika penanganannya biasa saja, maka butuh waktu yang lama untuk menormalkan kembali.

“Kita punya SDM dari SMK Jurusan Teknik Bangunan. Mereka turun langsung mengaplikasikan ilmunya, dan sekolah-sekolah yang terdampak bisa secepatnya normal kembali,” kata None.

Mantan Pj Bupati Luwu Timur itu menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mempercepat rehabilitasi ruangan dan peralatan sekolah. Mengingat, pelaksanaan Ujian Nasional semakin dekat.

“Kedua, pengayaan. Kita kejar terus. Menyiapkan peralatan komputer karena seluruh Sulsel pelaksanaan ujiannya 100 persen berbasis komputer,” tutur None.

Terkait komputer yang rusak terendam banjir, None menyebut perbaikannya dilakukan di SMK Komputer di Makassar.

“Atau kita titip para siswa ini di sekolah lain. Sudah kita hitung ada sekolah yang cukup ruang untuk menampung mereka,” jelas dia.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Gowa, Muh Yusuf mengungkapkan, semua SMK yang memiliki jurusan Teknik Bangunan diturunkan dalam proses rehabilitasi sekolah ini. Mereka yakni SMK 2 Makassar, SMK 3 Makassar, SMK 5 Makassar, SMK 10 Makassar, dan SMK 4 Gowa.

“Ini idenya dari Pak Kadis (Irman YL). Dari lima sekolah ini, tim dibagi dua. Ada yang bertugas di SMK 1 Jeneponto, dan ada yang di SMA 1 Jeneponto. Para siswa akan bekerja hingga sore,” kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, siswa yang diturunkan memang yang telah kompeten. Mereka sudah bisa mengaplikasikan aplus hingga proses pengecatan. Alat dan material juga telah disiapkan.

“Para kepala sekolah, guru-guru pendamping, juga turun membantu, agar sekolah terdampak banjir ini bisa normal kembali,” tuturnya.

Ia menambahkan, ada tujuh sekolah yang menjadi target. Di Makassar, Gowa, dan Jeneponto.

“Insyaallah setelah ini selesai, kami akan membantu rehabilitasi di SMK 12 Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa,” ujar dia.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Duo Amran Komit Dukung Pendidikan Berkualitas Bagi Putra-Putri Wajo

SULSELSATU.com, WAJO - Bupati Wajo diwakili Wakil Bupati Wajo...

Indah Hadiri Deklarasi Genpi Lutra dan Launching Pasar Digital

SULSELSATU.com, LUTRA - Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani...

Tim Bentukan Pemkot Parepare Susun Amdal Pembangunan RS Hasri Ainun

SULSELSATU.com, PAREPARE - Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan gedung...

Baca Juga