Logo Sulselsatu

Sukri Sappewali Beberkan Capaian Bidang Kesehatan di Hari Jadi Bulukumba

Asrul
Asrul

Senin, 04 Februari 2019 18:59

Sukri Sappewali Beberkan Capaian Bidang Kesehatan di Hari Jadi Bulukumba

SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Daeng Radja, pada tahun 2018 telah meraih Akreditasi Paripurna atau predikat Bintang Lima dari Komite Akreditasi Rumah Sakit.

Predikat tersebut mengartikan bahwa RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja telah memenuhi standar mutu pelayanan, mutu manajemen, serta kualitas dari infrastruktur dan sarana prasarana rumah sakit.

“Untuk sektor kesehatan, layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RS) Shultan Daeng Radja telah meraih akreditasi Paripurna atau Bintang 5 dari Komite Akreditasi Nasional,” kata Bupati Bulukumba Sukri Sappewali pada Peringatan Hari Jadi Bulukumba Ke-59 di Halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba, dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/2/2019).

Baca Juga : Pesan NA di Hari Jadi Bulukumba: Dukung yang Baru, Jangan Cari-cari Kesalahan yang Dulu

Sukri di depan Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah yang hadir saat itu juga menyampaikan bahwa peringkat tersebut menandakan bahwa RS tersebut telah memenuhi standar mutu manajemen serta kualitas sarana dan prasarana yang ada.

Sponsored by MGID

Meski demikian, Bupati Bulukumba selalu mewanti-wanti para petugas kesehatan, baik di rumah sakit maupun di puskesmas untuk selalu memberikan pelayanan yang profesional, bersikap ramah dan responsif kepada pasien.

“Harus selalu memberikan pelayanan profesional dengan standar operasi yang jelas, ramah, responsif dengan semboyang senyum mu adalah kesembuhan saya,” sebutnya yang langsung mendapat tepuk tangan hadirin. Demikian juga dengan Nurdin Abdullah ikut bertepuk tangan dan tersenyum.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19, Bupati Bulukumba Pantau Posko Perbatasan

Olehnya itu Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur layanan, termasuk peningkatan sumber daya manusia para petugas kesehatan.

Pada tahun 2018 yang lalu, dalam meningkatkan pelayanan Public Service Center (PSC) pemerintah telah menambahkan armada ambulans sebanyak 2 (dua) unit, sehingga kini jumlah ambulance PSC sebanyak 4 (empat) unit.

Jumlah ini sudah dianggap cukup untuk wilayah kota Bulukumba, oleh karena untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh dapat menggunakan ambulans pada puskesmas terdekat. Saat ini, layanan PSC tidak hanya dari saluran melalui telepon emergency yang disampaikan warga melalui Call Center 119, namun PSC juga akan memberikan layanan pada setiap event kegiatan yang melibatkan banyak orang di Kabupaten Bulukumba.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Hadiri Peringatan Hari Jadi Bulukumba

PSC hadir di setiap event untuk mengantisipasi segala kemungkinan apabila ada orang yang mengalami gangguan kesehatan. Jika bisa ditangani tim medis di posko, maka pasien tidak perlu dilarikan ke puskesmas atau rumah sakit. Sejak diresmikan pada tahun 2018 yang lalu, tim PSC menangani rata-rata 25 pasien perbulan, termasuk pasien yang ditangani pada setiap event kegiatan. Pasien yang biasa ditangani adalah kecelakaan lalu lintas, stroke, jantung, penyandang gangguan jiwa, ibu yang mau melahirkan.

Menurut Kepala Unit PSC, Ihwan, secara umum aktifitas PSC berjalan dengan baik, namun dirinya menduga kurangnya masyarakat yang menggunakan fasilitas PSC karena warga mengira masih harus membayar jika menggunakan fasilitas PSC tersebut.

“Padahal semua layanan PSC tidak dipungut biaya alias gratis bagi siapa saja,” kata Ihwan.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Hadiri Peringatan Hari Jadi Bulukumba

Ini belajar dari kasus jenazah yang digotong pakai sarung dan sebilah bambu yang sempat viral agar tidak terjadi lagi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pada tahun 2018, Dinas Kesehatan telah melakukan pengadaan mobil jenazah sebanyak 4 (empat) unit yang ditempatkan di Puskesmas Kassi Kajang, Puskesmas Bontobahari, Puskesmas Tanah Toa, dan Puskesmas Borong Rappoa.

Beberapa infrastruktur puskesmas yang harus dilengkapi untuk mendapatkan akreditasi, misalnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Generator Set (Genset), pagar, alat kesehatan gigi dan mulut, serta alkes untuk set rawat inap. Infrastruktur ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan puskesmas.

Dari 20 puskesmas, sebanyak 16 puskesmas yang sudah terakreditasi. Empat puskesmas yang belum terakreditasi tersebut adalah Puskesmas Manyampa, Palangisang, Bontonyeleng dan Tanah Toa.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Hadiri Peringatan Hari Jadi Bulukumba

IPAL berfungsi untuk mengelola air limbah dari puskesmas agar lingkungan sekitarnya tidak tercemar. Olehnya itu Pemkab Bulukumba menargetkan pengadaan IPAL untuk semua puskesmas di Kabupaten Bulukumba. Dari 20 puskesmas yang ada, masih ada 5 puskesmas yang belum dilengkapi IPAL.

Namun, pada tahun anggaran 2019 ini, Dinas Kesehatan akan menuntaskan pengadaan IPAL untuk 5 puskesmas yang tersisa tersebut.

Begitu pula pengadaan genset diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik, agar pelayanan medis tetap bisa dilakukan di puskesmas tersebut.

Baca Juga : Nurdin Abdullah Hadiri Peringatan Hari Jadi Bulukumba

Pada tahun 2018, Dinas Kesehatan telah melakukan pengadaan genset untuk 5 puskesmas, yaitu Puskesmas Bontotiro, Puskesmas Salassae, Puskesmas Batang, dan Puskesmas Herlang.

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video31 Juli 2021 00:46
VIDEO: Momen Kocak Ganjar Pranowo Dicuekin Mendagri Tito Saat Kuker di Jateng
SULSELSATU.com – Momen kocak saat kunjungan kerja (Kuker) Mendagri Tito Karnavian di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021). Dalam vid...
Video30 Juli 2021 23:10
VIDEO: Setelah Viral, Rafael Malalangi Akhirnya Dinyatakan Lulus Seleksi Calon Bintara Polri 2021
SULSELSATU.com – Kisah Rafael Malalangi viral di media sosial lantaran namanya menghilang dari pengumuman kedua Calon Bintara Polri 2021. Rafael...
Pendidikan30 Juli 2021 21:37
Temui Bupati Polman, Rektor UNM Pastikan Mahasiswa KKN UNM di Polman Tetap Lanjut
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Makassar di Polewali Mandar akhirnya tetap berlanjut. H...
Sponsored by MGID
Video30 Juli 2021 21:15
VIDEO: Jubir Satgas Covid-19 Jeneponto Nyaris Dikeroyok, Oknum Lurah Diduga Provokator
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sebuah video menjadi viral Jubir Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryaningrat, nyaris dikeroyok massa. Oknum lurah diduga...