Panglima TNI Wacanakan Perwira Masuk Kementerian/Lembaga, Balik ke Orde Baru?

SULSELSATU.com, JAKARTA – Wacana Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk merevisi Pasal 47 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, mendapat respons keras dari berbagai pihak.

Rencana Hadi merevisi Undang-undang tersebut untuk memberi peluang perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) TNI masuk kementerian/lembaga di Indonesia. Revisi ini nantinya akan memungkinkan TNI bisa menduduki kursi birokrat sesuai dengan jumlah pati dan pamen yang nonjob.

Dilansir CNN Indonesia, Kamis (7/1/2019), pemerhati militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengkritik keras wacana tersebut. Dia mengatakan, masuknya TNI ke kementerian menodai ikhtiar reformasi dan dapat membangkitkan dwifungsi TNI.

“Bukan sekadar menodai, ini mengingkari agenda reformasi,” kata Khairul, Rabu (6/2/2019).

Menurut Khairul, ada sejumlah kebijakan pemerintah yang melanggar agenda reformasi tapi masih bisa dalam batas normal. Namun wacana masuknya TNI ke birokrasi dia nilai sebagai tindakan berlebihan.

“Tapi kalau kemudian ditambah lagi itu sudah berlebihan dan kita akan kembali melihat apa yang di masa lalu disebut sebagai dwifungsi dan kekaryaan TNI,” katanya.

Istilah dwifungsi digunakan di era Orde Baru, ketika itu TNI masih bernama ABRI. Dwifungsi ABRI merupakan suatu doktrin di lingkungan Militer Indonesia yang menyebutkan bahwa TNI memiliki dua tugas, yaitu pertama menjaga keamanan dan ketertiban negara, serta kedua memegang kekuasaan dan mengatur negara. Dengan peran ganda ini, militer diizinkan untuk memegang posisi di dalam pemerintahan.

Wacana masuknya perwira TNI ke kementerian juga bisa memicu rusaknya pola karir di kementerian/lembaga yang dimaksud. Kecemburuan ini bisa memicu masalah internal di tubuh kementerian atau lembaga itu sendiri.

“Yang jelas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkarir di situ yang tadinya berpeluang tiba-tiba gagal karena dimasuki TNI,” katanya.

Menurut Khairul penempatan perwira TNI harus memerhatikan latar belakang anggota tersebut. Khairul menilai tidak semua pati atau pun pamen memiliki kompetensi yang baik dan cocok di tubuh birokrat.

“Kompetensi juga menjadi problem karena itu butuh penyesuaian, mereka kan bukan super hero yang bisa ditempatkan di mana saja,” jelas dia.

Khairul berpendapat usulan masuknya perwira TNI ke kementerian berbau politis.

“Wacana penempatan TNI nonjob saya kira kebablasan. Politis bisa katakan karena ini jelas jauh menyimpang dr agenda reformasi,” katanya.

Sementara, pengamat militer Universitas Indonesia (UI), Edy Prasetyono mengatakan sebaiknya penempatan perwira TNI di Kementerian harus berdasarkan kebutuhan pemerintah dan bukan karena permintaan dari TNI.

Hal itu tertuang dalam UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Pasal 47 ayat 3. Pasal itu menuliskan prajurit yang menduduki jabatan didasarkan atas permintaan pimpinan departemen dan lembaga pemerintahan non-departemen.

“Harus yang benar-benar membutuhkan keahlian atau expertise TNI,” kata Edy.

Peraturan Pemerintah nomor 39 tahun 2010 juga menjelaskan prajurit yang memasuki birokrasi merupakan atas permintaan pimpinan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian.

“Jika tidak (berdasarkan kebutuhan) akan merusak sistem promosi karir di lembaga atau kementerian tersebut,” katanya.

Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebut, ada ribuan pamen dan pati TNI yang mandek kariernya. Sebagai jalan keluar, fenomena ini harus dibarengi dengan pembenahan sistem manajemen rekrutmen di tubuh TNI.

“Bagaimana agar TNI segera membenahi penataan sistem rekrutmennya. Karena ini enggak jalan dibuktikan dengan banyaknya surplus kolonel dan bintang,” kata Effendi.

“Artinya jika banyak yang menganggur dan nonjob ada sesuatu yang enggak tepat di sistemnya,” lanjut dia.

Effendi menceritakan sebenarnya isu surplus pamen dan pati ini sudah banyak dibahas di DPR. Kebanyakan dari pati dan pamen yang kariernya mandek karena melanjutkan studi di luar negeri.

“Kolonel dan Bintang di level Letkol itu 1000 lebih nonjob. Itu ada sekolah setelah sekolah kembali ke jabatannya dan mungkin diisi orang lain,” kata dia.

Effendi mengingatkan agar kebijakan tersebut jangan disusupi isu politik.

“Dikaji ulang tolong lebih hati-hati boleh saja melakukan perenggangan keadaan tapi dihitung betul dampak dan sosial politik. Tidak mungkin enggak ada efek negatifnya,” kata dia.

Editor: Hendra Wijaya

 

Populer

Tangan Berasbih dalam Tas, Ratna Sarumpaet Ditegur Hakim

SULSELSATU.com, JAKARTA - Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet ditegur hakim pada sidang putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena memegang tasbih saat mendengarkan putusan...
video

VIDEO: Bom Bunuh Diri di Hotel Somalia, 7 Orang Tewas

SULSELSATU.com - Serangan bom bunuh diri dan serangan bersenjata terjadi di sebuah hotel di Somalia Selatan, Jumat (12/7/2019). Pihak berwenang mengatakan, seorang pembom bunuh diri...

Pantai Losari Busuk, Dewan Minta Pengembang CPI Bertanggung Jawab

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait bau busuk di Pantai Losari. Rapat ini...

Ribuan Peserta Ikuti Trail Adventure Beautiful Malino 2019

SULSELSATU.com, GOWA - Sebanyak 1.000 orang peserta meramaikan Trail Adventure yang merupakan salah satu rangkaian event Beautiful Malino 2019 dilepas langsung Bupati Gowa, Adnan...

Putri Gusdur Harap NU Tak Minta Jatah Kursi Menteri

SULSELSATU.com, JAKARTA - Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid berharap pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) tidak meminta jatah kursi di...
video

VIDEO: Api Lalap 3 Rumah Warga di BTP

SULSELSATU.com - Kebakaran yang terjadi di kawasan perumahan Bumi Tamnalanrea Permai (BTP), Blok D, Lorong 1, Makassar, menghanguskan tiga unit rumah warga. Kebakaran hebat ini...

Tingkatkan Kualitas Legislatornya, NasDem Gelar Sekolah Legislatif

SULSELSATU.com, JAKARTA - Mengusung visi Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem melaksanakan Sekolah Legislatif 2019 pada Selasa (16/7/2019) hingga Jumat...
video

VIDEO: Baru Lahir, Bayi Ini Unjuk Jari Tengah pada Ayahnya

SULSELSATU.com - Kejadian unik baru saja dialami seorang pria asal Filipina, Kier saat menemani sang istri tercinta, Michelle Reyes menantikan kelahiran bayinya di Rumah...

GALERI FOTO: Spektakuler, Begini Kemeriahan Pembukaan F8 2018

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Aksi aerobatic dari 2 pesawat sukhoi dan paramotor dari TNI AU yang diterbangkan langsung dari Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin meriahkan pembukaan...

Baca Juga

video

VIDEO: Bom Bunuh Diri di Hotel Somalia, 7 Orang Tewas

SULSELSATU.com - Serangan bom bunuh diri dan serangan bersenjata terjadi di sebuah hotel di Somalia Selatan, Jumat (12/7/2019). Pihak berwenang mengatakan, seorang pembom bunuh diri...

Investment Gathering 2019, Wabup Lutra Paparkan 4 Sektor Unggulan di Hadapan Investor

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Bupati Luwu Utara, Muhammad Thahar Rum, memaparkan empat sektor unggulan Kabupaten Luwu Utara di hadapan para investor dalam sebuah acara...

Pj Wali Kota Makassar Pimpin Upacara Pembukaan TMMD ke-105

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb memimpin jalannya upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 di Jalan Prof...

Facebook Didenda Rp70 Triliun Buntut Skandal Cambridge Analityca

SULSELSATU.com, AS - Facebook didenda sebesar 5 miliar dolar AS atau Rp70 triliun oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC). Denda ini merupakan imbas...

Terbaru

MA Tolak Kasasi Prabowo-Sandi

SULSELSATU.com, JAKARTA - Pupus sudah harapan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membuktikan kecurangan Pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Mahkamah Agung (MA) menyatakan menolak...

NA Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Sudirman Sulaiman

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menepis anggapan bahwa hubungannya dengan Wagub Andi Sudirman Sulaiman berjalan tidak harmonis atau pecah kongsi. "Tidak ada, kami...

Pemkot Makassar Terima 600 Unit Rumah BSPS

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendapatkan bantuan 600 unit rumah yang disalurkan di 7 kecamatan dan 15 kelurahan. Bantuan tersebut bersumber dari APBN...

VIDEO: Tikus Makan Masakan di Warteg

SULSELSATU.com - Sebuah video viral yang menunjukkan tikus berkeliaran di etalase warteg dan memakan masakan yang ada menghebohkan jagat maya. Video tersebut bahkan diketahui sudah...
video

VIDEO: Ini Pidato Terakhir Kaisar Jepang Sebelum Turun Tahta

SULSELSATU.com - Kaisar Jepang Akihito menyampaikan pidato terakhirnya sebelum secara resmi turun tahta dari Kekaisaran Jepang. Warga Jepang turut menghadiri pidato terakhirnya. Puluhan ribu orang berkumpul di...