Orangtua Taruna ATKP Bantah Kronologis Penganiayaan Versi Pelaku

105
Mariati, ibu dari Aldama Putra Pongkala. (Sulselsatu/Indra Sadli Pratama)

SULSELSATU.com, MAROS – Orangtua Aldama Putra Pongkala, Taruna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang tewas dianiaya senior beberapa hari lalu, memprotes keras alasan pelaku pembunuh putra semata wayangnya.

Terkait pemberitaan media yang mengabarkan soal hukuman yang diberikan oleh seniornya karena tidak menggunakan helm, itu tidak benar. Putra dari pasangan Daniel Pongkala dan Mariati itu tidak pernah membawa motor ke kampus.

“Saya selalu antar dia ke kampus selalu pakai helm, ketika masuk kampus helmnya saya bawa pulang lagi. Di kampusnya memang tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan motor, mana sempat bawa helm,” kata Daniel, Rabu (6/2/2019) malam.

Daniel mengaku, ini cuma rekayasa seniornya di kampus karena ingin menutup-nutupi kematian putranya.

“Saat itu, anak saya dihukum oleh pelaku lantaran melakukan pelanggaran dengan tidak membawa helm masuk ke area kampus usai menjalani izin bermalam di luar kampus sampai ia dilakiran ke Rumah Sakit Sayang Rakyat,” katanya.

Keluarga menuntut keras keadailan dari pihak kampus dan tidak ingin kasus kematian putranya ditutup-tutupi.

Editor: Hendra Wijaya

 

Rekomendasi Berita

Baca Juga