Menpan RB Tegaskan PNS Harus Netral di Pemilu 2019

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin kembali mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bersikap netral di Pemilu 2019 mendatang.

Syafruddin menegaskan ASN tak boleh ikut berpolitik praktis, kendati memiliki hak pilih.

“ASN punya hak pilih, tapi tidak berpolitik. Kalau 4,3 juta (ASN) berpolitik praktis, lumpuh negara ini, berhenti, tidak jalan,” ujar Syafruddin, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (8/2/2019).

Hal serupa juga, tegasnya, berlaku bagi anggota TNI/Polri. Mantan Wakapolri ini mengatakan, anggota TNI/Polri bahkan sama sekali tidak memiliki hak untuk memilih atau pun dipilih.

“Kalau TNI/Polri tidak sama sekali berpolitik praktis. Tidak punya hak memilih, tidak punya juga hak dipilih,” katanya.

Syafruddin sebelumnya telah menyatakan akan menindak tegas dengan penindakan yang sama seperti yang dilakukan di institusi kepolisian jika ada ASN yang tak netral.

“Ya, semua ASN harus netral. Kalau enggak (netral), kita tindak seperti (yang) saya (terapkan) di Polri. Semua anggota Polri harus netral, kalau tidak, out,” tutur Syafruddin.

Seruan netral ini sebelumnya juga pernah disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Ia meminta kepada ASN agar menjaga netralitas.

Menurut dia, ASN wajib menyukseskan Pemilu 2019, namun tidak boleh ikut kampanye ataupun mengikuti kegiatan mendukung salah satu pasangan calon.

Sebelumnya, pada 4 Februari lalu, Menkopolhukam Wiranto menyatakan hal serupa. Namun, mantan Panglima ABRI (sekarang TNI) itu menegaskan ASN dapat memberikan imbauan agar masyarakat tak salah memilih pemimpin.

“Anda memang tidak berhak memilih, yang masih ASN, yang masih jadi prajurit TNI, polisi, tapi boleh ya menyampaikan ke publik, mencerahkan ke publik, jangan salah pilih pemimpin,” ujar Wiranto.

Wiranto menjelaskan Pemilu 2019 bukan momentum pemilihan presiden atau anggota legislatif yang sederhana. Ia mengatakan pilpres merupakan penentu nasib bangsa lima tahun ke depan. Masyarakat, kata dia, jangan keliru memilih pemimpin jika tak ingin Indonesia hancur.

Soal kiprah ASN dalam politik mencuat setelah teguran Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada salah satu pegawainya soal ‘Siapa yang menggaji’ dalam kegiatan Kominfo Next, 31 Januari 2019.

Hal itu terjadi setelah Rudiantara menanyakan alasan salah satu pegawainya memilih satu dari dua pilihan desain stiker sosialiasasi pemilu. Pegawai itu justru menjawab pilihannya yang nomor 2 dan menyinggung soal visi-misi.

Mendengar hal tersebut, menyinggung pada kontestasi pilpres yang memang diikuti dua paslon, Rudiantara menegaskan bahwa dua pilihan desain stiker itu tak mengarah pada peserta pilpres.

Namun, pada tegurannya tersebut, Rudiantara menyinggung soal siapa yang menggaji pegawainya yang merupakan ASN.

Hal tersebut pun menjadi polemik sehingga muncul tagar #YangGajiKamuSiapa. Demi mendinginkan suasana, Kemenkominfo lalu mengeluarkan pernyataan resmi perihal yang terjadi.

“Atas pernyataan ‘yang menggaji pemerintah dan bukan keyakinan Ibu’, ‘keyakinan’ dalam hal ini bukanlah dimaksudkan untuk menunjuk pilihan ASN tersebut,” tutur Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/2/2019).

“Melainkan merujuk kepada sikap ketidaknetralan yang disampaikan kepada publik yang mencederai rasa keadilan rakyat yang telah menggaji ASN,” ia menambahkan.

Ferdinandus mengatakan Rudiantara hendak menekankan bahwa pegawainya harus netral dan tidak berpihak serta lebih berfokus pada tugas untuk memerangi hoaks.

“Dalam penutupnya sekali lagi Menkominfo menegaskan bahwa posisi ASN yang digaji negara atau pemerintah harus netral dan justru menjadi pemersatu bangsa dan memerangi hoaks,” ujarnya soal pernyataan sindiran gaji tersebut.

Editor: Awang Darmawan

Populer

Mantan Plt Sekda Sudah 2 Kali Mangkir, Panitia Hak Angket Ingatkan Panggilan Paksa

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo mangkir dari panggilan Panitia Hak Angket DPRD Sulsel. Ashari tidak...

Gubernur Lepas 455 JCH Kloter Pertama

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melepas 455 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter pertama di Asrama Haji Sudiang, Minggu (7/7/2019). "Saya...

Warga Pampang Diciduk Polisi Usai Daftar Driver Ojol Pakai Ponsel Curian

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Seorang oknum driver ojek online (ojol), Supriadi (27) harus berurusan dengan aparat kepolisian. Bukan karena pekerjaan sebagai ojol yang membuat ia...

Dispar Makassar Sebut Fasilitas Wisata Bahari Harus Juga Disiapkan

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kota Makassar terus membenahi diri demi menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi semua orang. Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar bakal mengembangkan...

Heran MA Terima Kasasi Tersangka Kasus BLBI, KPK: Aneh Bin Ajaib!

SULSELSATU.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengaku heran dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi mantan Kepala...

Bakal Garap Album Religi, Fadly Panggil Maher Zain dan Opick

SULSELSATU.com, JAKARTA - Vokalis Padi, Fadly berencana menggarap album baru yang bernuansa religi. Namun, album ini solo dan tidak melibatkan Padi. “Insya Allah kalau Padi...
video

VIDEO: Petugas RS Seret Pasien Pakai Seprei Saat Pindah Ruangan

SULSELSATU.com - Kisah tragis dialami salah satu pasien di Netaji Subhash Chandra Bose Medical College and Hospital, Jabalpur, India. Pasien yang belum diketahui identitasnya itu...

Sugali Minta Lima Pejabat yang Dinonjobkan Danny Segera Dikembalikan Jabatannya

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Anggota DPRD Makassar Fraksi Demokrat Susuman Halim meminta Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb untuk menjalankan rekomendasi KASN agar lima pejabat...

FOTO: Harga Emas Antam Stagnan di Rp 645 Ribu

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pegawai memperlihatkan emas batangan di Kantor PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Jalan Ratulangi, Makassar, Selasa (14/8/2018). Logam mulia atau emas batangan milik...

Baca Juga

Sayangkan Sikap NA, RL: Jangan Bikin Gaduh Makassar Pak Gubernur

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo (RL) sangat menyayangkan sikap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang menebar ancaman kepada Pj Wali Kota...

Sinjai Tertarik dengan Tata Kelola Perpustakaan Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Rombongan anggota DPRD Sinjai beserta Dinas Perpustakaan Sinjai mengunjungi Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Senin (8/7/2019). Mereka sangat tertarik dengan inovasi di...

Joko Widodo dan Prabowo Subianto Akhirnya Bertemu

SULSELSATU.com - Presiden yang juga calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya bertemu di Stasiun MRT Lebak...

Tersingkir di Piala Afrika 2019, Mohamed Salah Curhat di Medsos

SULSELSATU.com - Bintang Timnas Mesir, Mohamed Salah, sangat sedih dengan tersingkirnya negara dari Piala Afrika 2019. Ia pun langsung menceritakan suasana hatinya melalui media...

Terbaru

PSM Bungkam Bhayangkara FC di Mattoanging

SULSELSATU.com, MAKASSAR - PSM Makassar berhasil menekuk Bhayangkara FC dalam laga lanjutan Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Mattoangin, Sabtu (13/7/2019). Pasukan Ramang...

Ini Tiga Jurus Kapolda Lawan Radikalisme di Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Semenjak baru menjabat sebagai Kapolda Sulsel pada penghujung Januari 2019 lalu, Irjen Pol Hamidin telah mengedepankan pembasmian terorisme.  Maklum, sebelum menjabat, jenderal...

Dinas PU Makassar Imbau Warga Stop Buang Sampah ke Saluran Air

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya kerap membuat mereka mengganggap saluran air sebagai tempat sampah besar untuk membuang sampah. Akibatnya,...

Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Bahas Soal Kepulangan Habib Rizieq

SULSELSATU.com, JAKARTA - Pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akhirnya terwujud. Keduanya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus. Usai bertemu, keduanya melakukan perjalanan...
video

VIDEO: Wilayah Terdampak Likuifaksi “Dibom” Cairan Disinfektan

SULSELSATU.com - Cairan disinfektan disebarkan melalui helikopter MI-8 di wilayah terdampak likuifaksi. Kegiatan ini bertujuan untuk membasmi vektor yang dapat mengancam kesehatan lingkungan melalui lalat,...