Kasus Suap Proyek Irigasi Bulukumba Naik ke Penyidikan, Siapa Terima Aliran Dana?

38
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Tarmizi (Sulselsatu/Hermawan Mappiwali)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Tarmizi memberikan konfirmasi bahwa pihaknya bakal meningkatkan status kasus dugaan suap proyek irigasi pertanian di Kabupaten Bulukumba dari penyelidikan ke tahap penyidikan. 

“Hasil penyelidikan diperoleh indikasi adanya perbuatan melawan hukum, ada indikasi penyimpangan, sejak dari pertemuan kemudian perjanjian serta ada indikasi penyerahan jumlah uang,” ujar Tarmizi, Sabtu (9/2/2019). 

Tarmizi sendiri mengaku telah menandatangani surat persetujuan agar hasil penyelidikan intelijen diserahkan ke bagian Pidana khusus (Pidsus) Kejati Sulsel. 

“Baru kemarin saya tandatangani persetujuan agar hasil penyelidikan intelijen diserahkan ke pihak Pidsus,” ujar Tarmizi.

Sementara saat dikonfirmasi siapa saja pihak yang menerima aliran suap, Tarmizi mengaku pihaknya akan menuntaskannya dalam tahap penyidikan mendatang. 

“Aliran-aliran (uang) belum, nanti penyidikan. Kita belum tahu nilai yang dikucurkan itu kemana atau ada uang yang dikeluarkan dari pihak ketiga,” ujar dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek irigasi pertanian di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bulukumba merupakan proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp49 miliar. 

Sejumlah pihak, seperti Bupati Bulukumba dan putranya dilaporkan menerima suap dari pihak ketiga alias perusahaan rekanan yakni Direktur CV Jonjoro berinisial AB. 

Jumlah besaran suap yang dikucurkan dilaporkan berjumlah Rp800 juta. Namun sejauh ini pihak Kejati masih enggan mengkonfirmasi besaran jumlah suap dari hasil operasi intelijen mereka. 

Penulis: Hermawan Mappiwali
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga