Presiden Jokowi Cabut Remis Pembunuh Jurnalis Radar Bali

36

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memutuskan mencabut remisi terhadap otak pembunuhan jurnalis Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, I Nyoman Susrama. Hal itu disampaikan Jokowi di sela menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Grand City Convention Center, Sabtu (9/2).

“Sudah, sudah saya tandatangani,” kata Jokowi saat bersalaman dengan sejumlah pemimpin media dan tokoh pers di Surabaya.

Di saat yang sama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Jawa Timur menggelar aksi menuntut pencabutan remisi Susrama, di Surabaya. 

Mereka mendesak Presiden Jokowi segera mencabut remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dari seumur hidup menjadi penjara sementara 20 tahun. 

Desakan ini menyusul pernyataan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bahwa draft Keppres pencabutan remisi sudah sampai ke meja Mensesneg dan menunggu tanda tangan presiden.

Desakan publik juga muncul melalui tanda tangan petisi online di change.org yang hingga Jumat 8 Februari 2019, telah menembus 48 Ribu lebih dukungan.

Petisi bersama surat keberatan tersebut pada Jumat 8 Februari kemarin telah diserahkan ke pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM. 

“Besarnya partisipasi publik dalam masalah ini, menunjukkan ada keadilan masyarakat yang tercederai. Artinya, tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak mencabut remisi bagi Susrama. Tentu kami menuntut sikap politik Presiden Joko Widodo untuk menegakkan keadilan,” kata Ketua AJI Surabaya, Miftah Faridl. 

Sepuluh tahun silam, Prabangsa dibunuh dengan amat sadis oleh sembilan orang, tepatnya pada 11 Februari 2009. Dengan tangan terikat, kepala Prabangsa dihajar dengan kayu, bertubi. Hingga kondisinya remuk.

Jasad Prabangsa kemudian dibuang ke laut. Ia baru ditemukan enam hari setelahnya, yakni pada 16 Februari 2009 di perairan Padang Bai, Karang Asem, Bali. Kasus pembunuhannya pun baru terungkap berbulan-bulan setelahnya.

Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Soal Video Kekerasan Terhadap Anak di Sinjai, Ini Tanggapan P2TP2A

SULSELSATU.com, SINJAI- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak...

April, BPJS Kesehatan Parepare Gelontorkan Rp38 Miliar Bayar Klaim Rumah Sakit

SULSELSATU.com, PAREPARE - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) Kesehatan...

Warga Sinjai Lapor ke Pengawas TPS Terima Duit dari Timses Caleg PAN

SULSELSATU.com, SINJAI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sinjai menemukan...

Baca Juga