Jembatan Munte Jeneponto yang Dibangun Anggota TNI Hampir Rampung

58
Jembatan darurat di Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Turatea yang dibangun oleh personel TNI bersama sejumlah instansi. (IST)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Jembatan Munte yang menghubungkan antar Desa Bonto Mate’ne dan Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, kini sudah hampir rampung 100 persen. Pembangunannya dilakukan oleh anggota TNI dengan menggunakan rangka besi. 

Jembatan tersebut dibangun oleh TNI Dari Batalion Yonzipur-8/ SMG Kodam XIV/Hasanuddin bersama Kodim 1425 Jeneponto di Bantu oleh Personil Polres Jeneponto dan masyarakat setempat pasca putus diterjang Banjir, Selasa (22/1/2019) lalu.

Kapten  Yonzipur-8/ SMG Kodam XIV/Hasanuddin, Basor Hermawan mengatakan pembenahan jembatan yang bermuatan 15 ton ini atas perintah langsung  Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi saat berkunjung ke Jeneponto beberapa hari lalu.

 

Saat itu, Mayjen TNI Surawahadi memberikan target proses pengerjaan selama seminggu.

“Pengerjaan sudah berlangsung selama lima hari, sejak hari selasa lalu,” ungkap Basor Hermawan, Sabtu (9/2/2019)

Dia menjelaskan, proses pengerjaan jembatan  ini di dalamnya sepenuhnya dikerjakan oleh anggota Kodim 1425 Jeneponto bekerjasama dengan sejumlah instansi pemerintahan terkait. Bahkan proses pengerjaan di lakukan siang dan malam untuk mempercepat pembangunan jembatan.

Percepatan pengerjaan jembatan itu dilakukan agar bisa diakses secepatnya oleh masyarakat.

“Hal ini agar akses jalan cepat berfungsi seperti semula,” katanya.

Sementara Dandim 1425 Jeneponto Letkol Arh Sugiri meyakini target proses pengerjaan jembatan itu akan selesai tepat waktu.

“Insyaallah, Selasa selesai,” singkat Sugiri.

Penulis: Dedi
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga