Demokrat di Bawah PKB dan PKS, Jansen Sitindaon Sangsikan Survei CRC

54
Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon, terkejut mendegar hasi survei Celebes Research Center yang menempatkan Partai Demokrat di bawah PKB dan PKS jelang Pileg 2019.

Jansen mengaku, baru mendengar nama lembaga survei tersebut. “Aduhh… lembaga survei apalagi Celebes Research ini ya. Maaf saya baru dengar. Kalau mengikuti anjuran dari Asosiasi Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi) katanya kan kalau lihat survei itu kita jangan langsung percaya hasilnya, lihat dulu rekam jejaknya, survei-survei apa saja yang sudah pernah dilakukan dan siapa pengelolanya. Jujur Celebes Research ini baru saya dengar ya. Celebes itu kan nama lamanya Pulau Sulawesi ya, apa lembaga ini khusus nyurvei Sulawesi ya. Hehe…,” ujar Jansen kepada wartawan seperti dilansir Detik, Minggu (10/2/2019). Celebes Research Center merupakan anggota Persepi.

Jansen mengaku, heran dengan survei Celebes. Menurutnya, hasil survei Celebes Research berbeda dengan lembaga-lembaga survei yang sudah mengeluarkan hasilnya terlebih dahulu.

“Agak aneh menurut kami hasilnya Celebes ini. Sederhana saja, kalau dalam kurun waktu bersamaan ada banyak lembaga survei turun ke lapangan dan Celebes ini kemudian hasilnya beda sendiri dengan 5 atau 6 lembaga survei yang lain tersebut, berarti ada yang aneh dengan survey ini kan. Karena masak dia beda sendiri,” ucap Jansen.

Meski demikian, Jansen mengaku menghormati hasil survei Celebes Research. Soal prediksi suara Demokrat di Pileg 2019, dia menyebut biarlah hari pencoblosan yang menjawabnya.

“Tapi karena survei itu produk ilmiah ya kita hargailah, walau tentu hasilnya sah saja untuk tidak kita percayai. Kalau terkait posisi suara Demokrat nantilah hasil akhirnya kita lihat di 17 April ya. Yang pasti ketika di awal berdiri saja di Pemilu 2004 dengan infrastruktur partai yang belum terlalu lengkap, kami mampu dapat 7,4 persen,” sebut Jansen.

“Apalagi sekarang, kami optimis dengan mesin partai kami di semua kabupaten/kota di Indonesia ini sehat dan pengurus semua lengkap, target minimal kami di atas 10 persen s/d 15 persen di Pemilu 2019 ini akan tercapai. Belum lagi mesin partai kan terus bekerja di lapangan dan seluruh caleg bekerja di dapilnya masing-masing,” ucapnya.

Jansen yakin suara Demokrat akan mencapai target. Sebab, lanjut dia, Demokrat jauh dari hiruk-pikuk kader terlibat korupsi dalam 4 tahun terakhir.

“Dan selama 4,5 tahun ini kami juga minim dan jauh dari guncangan kader yang kena kasus korupsi. Beda dengan partai-partai lain yang hari ini kadernya banyak jadi pasien KPK dan melakukan korupsi. Pasti publik akan menghukum partai-partai itu. Dan ini pasti akan memberi dampak elektoral yang positif buat kami,” tutur Jansen.

Survei Celebes Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019 terhadap 1.200 responden dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Margin of error sruvei sebesar +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95,0%. Sampel berasal dari 34 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung (face to face) dengan menggunakan kuisioner oleh pewawancara yang sudah terlatih. Quality control survei sebesar 20%.

Setelah Golkar, PKB membuntuti dengan elektabilitas 7,5%. PKS ada di posisi kelima dengan angka 5,0%. Partai-partai baru seperti PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda berkutat di angka nol koma atau partai nol koma (parnoko).

Berikut hasil survei CRC jelang Pileg 2019:

PDIP: 24,5%
Gerindra: 12,9%
Golkar: 10,4%
PKB: 7,5%
PKS: 5,0%
Demokrat: 4,6%
PPP: 2,8%
NasDem: 2,8%
Perindo: 2,3%
PAN: 2,2%
Hanura: 0,8%
PBB: 0,6%
PSI: 0,2%
Berkarya: 0,1%
Garuda: 0,1%
PKPI: 0,0%
Tidak akan ikut memilih: 1,5%
Tidak tahu/tidak jawab/rahasia: 21,7%

Editor: Hendra Wijaya

Rekomendasi Berita

Baca Juga