8.500 Hektare Sawah di Sulsel Terancam Puso Akibat Banjir

49

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Nurfitriani menyebutkan bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berdampak pada sektor pertanian.

Berdasarkan data sementara, ada sekitar 8.500 hektare sawah di Sulsel terancam puso akibat tergenang banjir.

“Sebelum kami tetapkan itu puso, tanaman harus kami lihat dulu kondisinya, terutama pengakarannya. Kalau memang sudah tidak bisa, maka baru kita buatkan berita acara bahwa itu puso,” jelas Fitriani, Senin (11/2/2019).

Fitriani mengatakan, saat ini 2.535 hektare sawah di Sulsel sudah mengalami puso. Dari total sawah yang puso itu, rata-rata yang paling tinggi berada di Kabupaten Soppeng, Jeneponto, Gowa, dan Pangkep.

“Ini data per 2 Februari lalu, yang puso 2.535 hektare. Rata-rata umur padi yang puso ini 1-3 minggu. Kalau sudah terendam bahkan sampai satu minggu, sudah tidak bisa (ditetapkan puso),” kata Fitriani

Meski demikian, 859 ribu hektare sawah yang terendam banjir pada beberapa waktu lalu tidak semuanya mengalami puso.

“Itu karena khusus untuk tanaman yang sudah umur 4 minggu ke atas, sudah bagus ketahanannya,” lanjut Fitriani.

Fitriani pun menyebutkan, untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya berencana untuk menyalurkan bantuan benih kepada para petani yang lahannya mengalami puso. Pemerintah daerah bisa mengusulkan ke provinsi jika dibutuhkan untuk penanaman kembali.

“Insyallah kami akan minta persetujuan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk menurunkan bantuan benih. Benih ini stoknya ada cadangan daerah dan benih cadangan nasional. Bupati harus bersurat ke gubernur, tidak boleh tidak. Semua harus lewati proses itu,” tegasnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga