Gubernur Setuju Bantu Lahan Sawah yang Rusak Akibat Banjir

24
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. (Sulselsatu/Jahir Majid)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pemerintah provinsi siap untuk memberikan bantuan kepada petani yang lahan sawahnya mengalami puso akibat banjir yang melanda Sulsel beberapa waktu lalu.

Nurdin Abdullah mengatakan, bantuan yang akan diberikan masih menunggu data resmi dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Ini masih terus didata. Kita tidak bisa mengeluarkan data begitu saja terkait lahan rusak dan jumlah kerugiannya. Tetap ada prosedurnya. Jika semua lengkap, maka bantuan segera disalurkan,” katanya, Senin (11/2/2019).

Nurdin Abdullah mengatakan, jika pemerintah mesti berhati-hati mengeluarkan anggaran tanggap bencana. Termasuk memberikan bantuan kepada para petani yang lahannya terancam gagal panen.

“Apalagi ini kan dana tanggap darurat. Tapi paling tidak, kita sudah beri dana bantuan sementara masing-masing Rp1 miliar untuk tiap kabupaten yang terdampak bencana,” ujar Nurdin Abdullah.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menyebutkan, bantuan untuk petani akan segera dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

“Itu juga termasuk peternakan warga yang rusak. Penggantiannya juga menunggu data dan laporan,” sebut Nurdin.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Nurfitriani menyebutkan bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berdampak pada sektor pertanian.

Berdasarkan data sementara, ada sekitar 8.500 hektare sawah di Sulsel terancam puso akibat tergenang banjir.

“Sebelum kami tetapkan itu puso, tanaman harus kami lihat dulu kondisinya, terutama pengakarannya. Kalau memang sudah tidak bisa, maka baru kita buatkan berita acara bahwa itu puso,” jelas Fitriani.

Fitriani mengatakan, saat ini 2.535 hektare sawah di Sulsel sudah mengalami puso. Dari total sawah yang puso itu, rata-rata yang paling tinggi berada di Kabupaten Soppeng, Jeneponto, Gowa, dan Pangkep.

“Ini data per 2 Februari lalu, yang puso 2.535 hektare. Rata-rata umur padi yang puso ini 1-3 minggu. Kalau sudah terendam bahkan sampai satu minggu, sudah tidak bisa (ditetapkan puso),” kata Fitriani.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Ini Empat OPD yang Jadi Lokus Kunjungan Benchmarking Diklatpim Asal Selayar

SULSELSATU.com, PAREPARE - Sebanyak 40 peserta pendidikan kilat pimpinan...

Luncurkan Gerakan ANTIK, Manajemen Hotel Aston Bersihkan Pantai Losari

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Jelang ulang tahun yang ke-7, Aston...

Taufan Ajak Peserta Diklatpim Asal Selayar Tanamkan Jiwa Integritas

SULSELSATU.com, PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe...

Baca Juga