Perwira TNI Jadi Pejabat di Kementerian Dinilai Khianati Cita-cita Reformasi

29
Pengamat Politik dari LIPI, Syamsudin Haris

SULSELSATU.com – Usulan perwira TNI dan polisi bisa menjadi pejabat kementerian dan lembaga sipil dinilai tidak sejalan dengan reformasi. Tentara dan polisi aktif masuk ke ranah jabatan sipil akan berdampak buruk.

Hal itu dinyatakan Pengamat Politik dari LIPI, Syamsudin Haris dalam akun twitternya, @sy_haris, Senin (11/2/2019). Menurut dia, Jokowi harus mencegah itu.

“Pak @jokowi, janganlah demi dukungan TNI/Polri dan menang dalam pilpres, anda biarkan tentara dan polisi aktif masuk kembali ke ranah sipil. Jika anda biarkan, ini akan dicatat sejarah sebagai pengkhianatan thdp cita-cita reformasi,” kata Haris.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim sudah membicarakan soal usulan TNI dan Polri aktif untuk menempati jabatan sipil di kementerian dan lembaga pemerintahan. Luhut pun mengklaim Jokowi setuju mengkahi usulan itu.

Luhut menjelaskan Jokowi akan mencarikan payung hukumnya. Klaim itu disampaikan Luhut dalam acara silaturahim purnawirawan TNI-Polri dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di Jakarta International Expo Kemayoran, Minggu (10/2/2019) pekan lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Ungguli Akbar Faisal di Maros, Tim Optimis SYL ke Senayan

SULSELSATU.com, MAROS - Ketua Tim Syahrul Yasin Limpo (SYL)...

Amran Hadiri Pengundian BRI Simpedes Cabang Sengkang

SULSELSATU.com, SENGKANG - Wakil Bupati Wajo Amran menghadiri pengundian...

50 Peserta Sukseskan Milad 11 KSR Markas Kota Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Memperingati Hari Lahir KSR Markas Kota...

Baca Juga