Bupati Takalar Minta Tambang Pasir di Galesong Dihentikan

79

SULSELSATU.com, TAKALAR – Bupati Takalar, Syamsari Kitta meminta agar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menghentikan aktivitas penambangan pasir di Pantai Galesong. Hal itu disampaikan Syamsari di hadapan Nurdin Abdullah di sela puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Takalar di Lapangan Makkatang Dg Sibali, Takalar, Senin (11/2/2019) pagi.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Sulsel Liestiaty Nurdin, Anggota DPR RI Thamsil Linrung, Ridwan Wittiri, dan Ariadi Arsal.

Peringatan Hari Jadi Takalar kali ini dikemas dengan acara pencanangan penanaman sejuta pohon.

Dalam kegiatan itu, Syamsari secara tegas menyampaikan jika aktivitas penambangan pasir di kawasan tersebut memberikan dampak buruk bagi warga yang tinggal di pesisir.

“Kepada yang terhormat Bapak Gubernur yang merupakan akademisi, kita berharap dan kami meminta agar tambang pasir laut yang ada di Galesong dihentikan karena sudah nyata terjadi abrasi dan banyak kerugian oleh penduduk. Rumah mereka hancur dan mata pencaharian mereka hilang akibat tambang,” kata Syamsari.

Syamsari menyarankan agar aktivitas penambangan dialihkan ke DAS Bili-Bili yang saat ini mengalami pendangkalan akibat longsor.

“Kami menyediakan alternatif. Solusinya, memberikan izin menambang di Bili-Bili pada musim kemarau. Ini upaya pencegahan pendangkalan di Bendungan Bili-bili yang mengancam peradaban Mamminasata. Sekaligus menambah pundi-pundi PAD bagi provinsi,” kata Syamsari.

Penulis: Reni Kamaruddin
Editor: Awang Darmawan

Rekomendasi Berita

Baca Juga