Kadisbudpar Maros Siap Dongkrak Pendapatan Air Terjun Bantimurung

40
Disbudpar) Maros Muhammad Ferdiansyah

SULSELSATU.com, Maros – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros Muhammad Ferdiansyah menjelaskan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 7 Miliar menjadi fokus terpenting dalam mengelola spot wisata Air Terjun Bantimurung. Hal tersebut membuat Disbudbar terus tertantang dalam melakukan berbagai inovasi.

Ferdiansyah mengatakan, sudah mulai mengkonsep teknis pelaksanaan pemanfaatan spot wisata khususnya Air Tejun Bantimurung dan beberapa spot wisata untuk meraup pendapatan yang maksimal. Dengan adanya sistem tiket masuk elektronik di wisata alam bantimurung diharapkan meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

“Kedepan kami akan agendakan kelender kegiatan kesenian dan budaya yang akan di laksanakan di wisata alam bantimurung. Selain itu, pemberdayaan ekonomi kreatif dengan kegiatan kuliner serta jajanan tradisional kami akan maksimalkan di Kawasan Bantimurung dan kawasan wisata kuliner malam PTB Maros, dengan melibatkan langsung usaha mikro kecil menengah (UMKM),” jelasnya saat ditemui, Senin (11/2/2019).

Ia juga mengungkapkan untuk langkah awal yang akan dilakukan oleh pihaknya sementara fokus dalam melakukan pemulihan perbaikan infrastruktur akibat banjir bandang yang terjadi di Air Terjun Bantimurung beberapa waktu lalu.

“Untuk sekarang kita masih melakukan pembenahan di Bantimurung pasca banjir karena banyak pasir dan lumpur, alhamdulillah sudah bersih dan bantimurung sudah mulai ramai kembali sejak beberapa waktu lalu, kami juga telah memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak, seperti kamar mandi, ruang ganti pakaian, gazebo, dan memangkas pohon yang berpotensi tumbang.

” Pihak kami tidak hanya fokus di spot wisata alam, melainkan akan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah daerah (Pemda) Maros, seperti pusat Oleh-oleh yang berada di pinggir Jalan Poros Maros.

“Kami juga sudah melihat potensi pendapatan besar ketika difungsikannya pusat oleh-oleh yang ada di jalan poros Makassar – Maros dengan menjual hasil olahan makanan yang melibatkan pengusaha lokal dan UMKM, serta pengrajin kerajinan tangan cenderamata yang ada di Maros, apalagi tempat itu juga mempunyai fasilitas ruang tunggu cafe yang memungkinkan pengunjung merasa nyaman selama ada di lokasi itu,” ungkap Ferdi.

Kedepannya, Disbudpar akan semakin terbuka dengan berbagai ide kreatif dari pihak yang berhubungan dengan Disbudpar, dimana dapat memberikan sumbangsih pemikiran demi kemajuan Kabupaten Maros dari sektor pariwisata dan kebudayaan.

“Kami butuh banyak ide kreatif untuk pengembangan pariwisata di Maros. Makanya kita optimis karena akan membuat kelender kegiatan acara selama setahun di Bantimurung yang dimana setiap bulannya akan ada even atau kegiatan yang bisa didatangi prngunjung, jadi bukan cuma datang liat pemandangan tapi bisa melihat evenieven kegiatan lokal maupun nasional,” tutupnya.

Penulis : Indra Sadli Pratama
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Berita Terkini

Pelayanan Hemodialisis Terganggu, RS Andi Makkasau Fasilitasi Rujukan

 SULSELSATU.com, PAREPARE - Pelayanan hemodialisis atau cuci darah di...

Masa Tenang, SYL Ziarah di TMP Panaikang

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul...

Wakapolda Sulsel Pantau Kesiapan Pemilu di Jeneponto, Ini Kata Kapolres

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Wakil Kepala Polda Sulsel, Brigjen Pol...

Baca Juga