Penyebab Penjaga SMPN 2 Galesong Dianiaya 4 Siswa dan Ayah Siswa

20
Faisal Dg Pole, penjaga sekolah SMPN 2 Galesong yang dianiaya oleh siswa sekolah tersebut.

SULSELSATU.com, TAKALAR – Kasus pengeroyokan oleh sejumlah siswa terhadap seorang bujang (cleaning service) sekolah di SMPN 2 Galesong viral di media sosial.

Kasus yang terjadi pada Sabtu (9/2/2019) ini melibatkan empat orang siswa yang merupakan siswa SMPN 2 Galesong berinisial MRA (12), MI (12), MRD (12), dan MAK (12) serta satu orang dewasa yang merupakan orang tua siswa bernama Rasul Dg Sarrang.

Korbannya bernama Faisal Dg Pole yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga atau bujang sekolah di SMPN 2 Galesong.

Dari keterangan korban ketika melaporkan kejadian tersebut di Mapolsek Galesong Selatan, kejadian berawal ketika korban sedang memungut sampah di luar kelas. Kemudian sejumlah siswa mengejek korban dengan kata-kata kotor.

Korban kemudian bereaksi dan menampar salah satu siswa berinisial IQ yang mengeluarkan kata-kata binatang itu. Usai ditampar, IQ kembali pulang ke ruamhnya dan melaporkan kejadian tersebut ke orang tuanya.

Tak lama kemudian orang tua siswa tersebut mendatangi korban di sekolah kemudian orang tua siswa tersebut lansung memerintahkan anaknya beserta temanya sebanyak tiga orang untuk memukul korban.

Para siswa tersebut bersama-sama memukul korban dengan menggunakan sapu ijuk yang bergagang besi yang mengenai kepala sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek pada kepala sebelah kiri, kemudian orang tua siswa tersebut ikut memukul korban dengan menggunakan kepalang tangan sebanyak 5(lima) kali pada bagian kepala.

Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polres Takalar Akp Muh. Warpa menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kita baru olah TKP hari ini, rencananya kita akan pertemukan antara korban dengan siswa-siswanya ini di Polsek. Kemarin kami masih melakukan pengambilan keterangan dari saksi-saksi. Saat ini sementara penanganan di Polsek. Nanti kalau sudah tidak mampu baru dilimpahkan ke Polres,” Jelas AKP Muh. Warpa. Senin (11/2/2019).

Penulis : Reni Kamaruddin
Editor: Azis Kuba

Rekomendasi Berita

Baca Juga