Logo Sulselsatu

Mengapa Bandar Sabu 3,4 Kg Divonis Bebas?, Ini Fakta-fakta Persidangannya

Asrul
Asrul

Selasa, 12 Februari 2019 16:16

Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid pasca diamankan ke Mapolda Sulsel 2018 lalu.
Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid pasca diamankan ke Mapolda Sulsel 2018 lalu.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sempat buron sejak 2016 lalu, bandar narkoba asal Pinrang, Syamsul Rijal alias Rijal alias Kijang bin Abdul Hamid ditangkap Resnarkoba Polda Sulsel pada Mei 2018 lalu.

Namun ia kembali menghirup udara segar pasca majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar menjatuhkan vonis bebas terhadap sang bandar pada 8 Selasa Januari 2019 lalu.

Sulselsatu pun mencoba menelusuri penyebab vonis bebas berdasarkan sejumlah fakta persidangan.

Baca Juga : Dikriminalisasi, Hakim Vonis Bebas Bernadus Setiawan dan Menita Sutedja

Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) Andi Hariani Gali menghadirkan empat orang saksi kunci untuk membuktikan dakwaannya.

Sponsored by MGID

Para saksi adalah Edy alias Wilo bin Abdul Rahman (31), Abdul Rahman (35), serta dua aparat Kepolisian Polres Pinrang yang juga terlinat kasus narkoba ini, yakni Supardi (31) Edi Candra (36).

Hasil penelusuran, dari urutan peristiwanya, keempat saksi kunci di atas dibekuk aparat Polres Pinrang 2016 silam bersama seorang pria bernama Puang Salihin dengan barang bukti 3,4 kilogram sabu.

Baca Juga : Bandar Sabu Divonis Bebas, Polda Sesalkan Hakim Tak Pertimbangkan BAP Polisi

Puang Salihin sendiri berhasil lolos dari jeratan hukum usai berhasil membujuk keempat saksi kunci untuk menunjuk Kijang sebagai pemilik dari sabu 3,4 kilogram tersebut.

Salihin pun lolos, sedang Kijang masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

Sebagai imbalannya, Salihin berjanji akan menanggung kebutuhan biaya hidup empat saksi kunci beserta keluarganya, yang pada akhirnya, keempat saksi kunci divonis 16 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Pinrang.

Baca Juga : PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

Namun setelah putusan itu, Salihin tidak pernah menepati janjinya kepada para saksi. Ia justru menghilang sejak lolos dari jeratan hukum.

Hal itulah yang membuat keempat saksi kunci di atas mencabut keterangan mereka saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus Kijang di Pengadilan Negeri Makassar.

Para saksi kunci mengakui dalam surat pernyataannya masing-masing yang ditandatangani dalam materai dengan menyatakan bahwa Salihin adalah pemilik sebenarnya atas barang bukti sabu yang ada dan bukan Kijang.

Baca Juga : PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

Pihak jaksa Hariani sendiri mengaku telah mencoba menghadirkan sejumlah penyidik dari Polres Pinrang saat sidang kasus Kijang di Pengadilan Negeri Makassar. Namun sebanyak tiga kali penyidik Kepolisian tidak menghadiri panggilan jaksa untuk bersaksi di Pengadilan Negeri Makassar.

Hal tersebut lah yang menjadi dasar utama pihak majelis hakim memvonis bebas terdakwa Kijang.

Hariani sendiri mengaku telah mengajukan kasasi atas putusan majelis hakim yang digawangi oleh Rika Mona Pandegirot selaku hakim ketua, serta Cening Budiana dan Aris Gunawan selaku hakim anggota.

Baca Juga : PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

“Kami sudah layangkan memori kasasi. Kami ajukan ke Pengadilan untuk diteruskan ke MA (Mahkamah Agung),” ujar Hariani.

Berikut bunyi pertimbangan majelis hakim saat sidang putusan sidang kasus Kijang.

“Menimbang bahwa dari fakta hukum yang terungkap di persidangan terutama saksi Edy, Ilo, Mustafa Awing yang merupakan narapidana dalam perkara narkotika di Pinrang yang perkaranya sudah diputus dengan hukuman 16 tahun.

Baca Juga : PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

“Dalam berita acara penyidikan menerangkan bahwa barang bukti yang dihadirkan dalam perkara para saksi milik terdakwa dan terdakwa adalah bos dari saksi-saksi namun dalam persidangan, saksi-saksi telah mencabut keterangannya dalam BAP tersebut khusus tentang kepemilikan barang bukti bukanlah milik terdakwa tapi milik Puang Salihin yang pada saat itu juga sempat diamankan bersama saksi-saksi dan saksi-saksi juga sudah membuat surat pernyataan yang diserahkan di persidangan.”

“Menimbang bahwa saksi-saksi menunjuk atas perintah dari Puang Salihin yang keberadaannya tidak diketahii lagi dimana. Dan saksi-saksi tega menunjuk terdakwa karena dijanjikan biaya hidup saksi-saksi dan keluarga akan ditanggung Salihin tapi setelah proses persidangan selesai Salihin tidak pernah memenuhi janjinya,” demikian putusan majelis hakim.

Sementara itu, pihak Pengadilan Negeri (PN) Makassar yang telah dikonfirmasi melalui Humasnya, Bambang Cahyono sejauh ini belum memberikan konfirmasi.

Baca Juga : PN Makassar Beberkan Alasan Hakim Vonis Bebas Bandar Sabu 3,4 Kg

Penulis Hermawan Mappiwali
Editor: Azis Kuba

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

OPD06 Desember 2021 20:47
Rangga Janji Perjuangkan Aspirasi Warga Saat Reses Bisa Terealisasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga kembali melakukan reses pada titik keempat di Kelurahan Pa’bundukang, Kecamat...
Berita Utama06 Desember 2021 20:13
Capaian Vaksinasi di Jeneponto Masih Rendah, Satgas Covid-19 Sulsel Turun Tangan
SULSELSATU.com, Jeneponto – Tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel turun tangan langsung melakukan vaksinasi di Jeneponto. Kedatangan tim Satgas Co...
Breaking News06 Desember 2021 20:05
Varian Omicron Terus Menyebar, Pemerintah Tunda Pemberangkatan Umroh Sampai Tahun 2022
SULSELSATU.com, JAKARTA – Varian Omicron terus menyebar ke sejumpah negara. Melihat kondisj tersebut, Pemerintah memutuskan untuk menunda pember...
Sponsored by MGID
Ekonomi06 Desember 2021 19:46
BRI Tanggap Bencana Semeru, Kerahkan Mobil Evakuasi dan Bangun Posko Bantuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Proses penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih terus berjala...